Hiburan 04 May 2026

Ahmad Dhani Dinilai Lupa Tugas Sebagai Wakil Rakyat Gegara Drama, Netizen Minta DPR hingga Gerindra Turun Tangan

Ahmad Dhani Dinilai Lupa Tugas Sebagai Wakil Rakyat Gegara Drama, Netizen Minta DPR hingga Gerindra Turun Tangan

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Nama Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena polemik di media sosial, tetapi juga karena kritik tajam dari netizen yang menilai dirinya mulai melenceng dari tugas utama sebagai wakil rakyat di parlemen.

Di tengah ramainya isu hilangnya akun Instagram pribadinya dan unggahan kontroversial yang menyeret nama Maia Estianty, Dhani justru tetap berusaha menyuarakan pendapat melalui akun resmi bandnya, Dewa 19. Sikap ini memicu reaksi beragam, termasuk kritik yang semakin meluas di kalangan warganet. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.

isu publik yang berkaitan langsung dengan masyarakat luas.

Namun, sebagian netizen justru melihat aktivitas Dhani di media sosial tidak mencerminkan perannya sebagai pejabat publik. Kritik pun bermunculan, bahkan ada yang secara langsung meminta lembaga negara dan partai politiknya untuk turun tangan.

Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan berbunyi sebagai berikut:

@dpr_ri @gerindra @fraksipartaigerindra tolong diperhatikan kadernya supaya tidak lupa tugas dan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat, karena dia digaji rakyat, kasihan rakyat, tulis salah satu netizen di kolom komentar unggahan Dhani di akun Dewa 19, dikutip pada Senin, 4 Mei 2026.

Komentar tersebut mencerminkan keresahan publik yang merasa Dhani terlalu larut dalam konflik personal di ruang digital. Tidak sedikit yang berharap agar ia kembali fokus menjalankan tugas sebagai anggota legislatif.

Di sisi lain, Dhani tetap menunjukkan sikap tegas. Melalui akun Instagram Dewa 19, ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan apa yang ia yakini sebagai kebenaran, khususnya terkait putrinya, Shafeea Ahmad.

I am a Man Who Will Fight For Your Honour @shafeeamd_, tulis Ahmad Dhani.

IG saya bisa mati tapi kebenaran tak bisa dikubur, tambahnya.

Pernyataan tersebut justru semakin memancing reaksi publik. Sebagian mendukung keberaniannya, namun tidak sedikit pula yang menilai langkah tersebut kurang tepat dilakukan oleh seorang pejabat negara.

Rekomendasi Terkait