PLAZNEWS — yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), membukukan laba bersih Rp 265,62 miliar serta total aset senilai Rp 29,69 triliun di kuartal I-2026.
Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Asuransi Tugu, Fitri Azwa mengatakan, capaian itu merupakan bukti kemampuan pihaknya yang fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan volatilitas harga energi global.
Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting bagi Tugu Insurance, untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan, kata Fitri dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.
Ilustrasi Asuransi Photo : freepik.com
Sesuai pencatatan menggunakan panduan baru Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, Dia mengatakan bahwa perusahaan membukukan Pendapatan Jasa Asuransi sebesar Rp 2,57 triliun, meningkat 5,96 persen year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,42 triliun.
Sedangkan Hasil Jasa Asuransi mencapai Rp 461,01 miliar, meningkat 2,18 persen (yoy) dari Rp 451,16 miliar pada kuartal I-2025. Capaian itu didorong oleh pengelolaan portofolio yang selektif pada lini usaha asuransi fire & property, offshore, dan marine cargo, yang juga menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan selama ini.
Fitri menambahkan, peningkatan juga terjadi pada aspek Pendapatan Operasional Lainnya sebesar 31,25 persen (yoy) menjadi Rp 156,02 miliar per akhir Maret 2026. Hal itu menunjukkan peran entitas anak, dalam memperkuat diversifikasi sumber pendapatan perseroan.
2026, mencerminkan pengelolaan portofolio yang tetap prudent di tengah dinamika pasar keuangan.
Based Capital (RBC) berada pada level 420,5 persen.
Struktur permodalan yang solid memberikan fleksibilitas bagi perseroan, untuk menjaga stabilitas kinerja sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ke depan," kata Fitri.
"Perseroan akan terus memastikan pengelolaan modal dilakukan secara prudent, sejalan dengan komitmen untuk menjaga fundamental dan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, ujarnya.