Bisnis 06 May 2026

Badai PHK Massal di 2026, Ini Daftar Sektor Industri yang Paling Terdampak

Badai PHK Massal di 2026, Ini Daftar Sektor Industri yang Paling Terdampak

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK kembali menghantam ekonomi global pada 2026. Tidak hanya terjadi di satu sektor, fenomena ini kini meluas ke berbagai industri, mulai dari teknologi hingga logistik.

Sejumlah perusahaan besar dunia bahkan secara terbuka mengumumkan pemangkasan karyawan dalam jumlah signifikan sebagai bagian dari strategi efisiensi.

Perusahaan tidak lagi sekadar melakukan efisiensi biasa, tetapi juga menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) yang mampu menggantikan berbagai pekerjaan manusia. Berikut ini adalah sektor-sektor yang paling banyak melakukan PHK massal di 2026, sebagaimana dilansir dari Business Insider, Rabu, 6 Mei 2026.

besaran. Perusahaan seperti Meta dilaporkan memangkas sekitar 8.000 karyawan sebagai bagian dari investasi besar di bidang AI. Amazon bahkan disebut memangkas hingga 16.000 posisi di berbagai divisi.

Selain itu, Oracle, Snap, dan Dell juga melakukan PHK dalam rangka restrukturisasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengalihkan fokus ke teknologi masa depan seperti AI dan cloud computing.

Sektor keuangan juga mengalami tekanan, terutama di segmen fintech dan kripto. Coinbase dilaporkan memangkas sekitar 14 persen tenaga kerjanya akibat tekanan di pasar kripto. Sementara itu, PayPal berencana mengurangi hingga 20 persen karyawan sebagai bagian dari efisiensi biaya. Di sektor perbankan, Morgan Stanley juga melakukan PHK dalam jumlah besar untuk menyesuaikan kondisi pasar yang melambat.

Perubahan perilaku konsumen membuat sektor ritel ikut terdampak. Perusahaan seperti Nike dan Este Lauder melakukan restrukturisasi yang berujung pada pengurangan tenaga kerja. Target juga melakukan efisiensi untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan tren belanja digital. Penurunan daya beli di beberapa negara turut memperburuk kondisi sektor ini.

Sektor logistik menjadi salah satu yang paling terdampak berikutnya. UPS berencana memangkas hingga 30.000 tenaga kerja sebagai bagian dari efisiensi operasional. Di sektor otomotif, Nissan juga melakukan pemangkasan sekitar 10 persen tenaga kerja di Eropa.

Rekomendasi Terkait