PLAZNEWS — 2026, atau meningkat 51 persen lebih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita mengatakan, peningkatan kinerja ini terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil, yang mencapai Rp 191,60 miliar atau naik lebih dari 20 persen.
"Dari sisi penyaluran dana, total penyaluran pembiayaan yang disalurkan tercatat lebih dari Rp 9,26 triliun, atau tumbuh lebih dari 7,2 persen dari posisi akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,64 triliun," kata Hanie dalam keterangannya, Senin, 4 Mei 2026.
Bank Mega Syariah, Membership Points Coupon (MPC) Points Photo : [Istimewa]
"Sejalan dengan itu, total dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan mencapai lebih dari Rp 10 triliun," ujarnya.
Hanie menambahkan, Bank Mega Syariah terus memperkuat bisnis pembiayaan yang tercermin dari pertumbuhan pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil. Pendapatan dari piutang meningkat menjadi lebih dari Rp 118 miliar atau tumbuh sekitar 40,9 persen.
"Sementara itu, pendapatan bagi hasil juga mengalami kenaikan tumbuh sekitar 4,7 persen, atau menjadi lebih dari Rp 114,73 miliar," kata Hanie.
Dia memastikan, capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional. Hanie menekankan, pihaknya akan terus mengoptimalkan strategi bisnis, dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana.
"Di saat yang sama, kami juga memperkuat layanan kepada nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem, ujar Hanie.
Dari sisi penghimpunan dana, Bank Mega Syariah secara konsisten melakukan optimalisasi struktur pendanaan guna menjaga efisiensi biaya dana. Strategi ini turut berkontribusi terhadap peningkatan margin, tercermin dari kenaikan Net Imbalan (NI) menjadi 5,85 persen dari sebelumnya 4,04 persen.
Selain itu, lanjut Hanie, efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan dengan rasio BOPO menjadi 76,90 persen dari sebelumnya 85,08 persen, pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, permodalan bank tetap kuat dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27,63 persen, dimana Perseroan tetap mencermati dinamika risiko pembiayaan.
Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun, ujarnya.