PLAZNEWS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai menangani daerah yang dilanda kekeringan dampak musim kemarau dengan mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Kecamatan Sucinarajadan Karangpawitan.
"Kasusnya (kekeringan) baru dua, kasusnya baru dua desa, kemarin itu di Desa Sucinarajadan di Karangpawitan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Senin.
Ia menuturkanBPBD Garut berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya untuk melakukan langkah antisipasi terkait ancaman bencana kekeringan dampak musim kemarau tahun ini.
Upaya yang disiapkan, kata dia, menyiapkan personel dan juga kendaraan truk tangki untuk mendistribusikan air bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Seperti kemarin langsung dikirim 5.000 liter di dua desa," kata AahAnwarSaefuloh.
Ia menyampaikanBadan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memperkirakan saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau atau siklus Godzilla El Nino yang akan berdampak kekeringan.
Namun sampai saat ini, kata dia, dampaknya belum terlalu besar. Dilaporkan masyarakat yang kesulitan air bersih baru di dua wilayah, daerah lainnya tidak ada laporan kekeringan.
kemudian lahan kekeringan, dan memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Jajarannya, kata dia, tidak hanya mengatasi daerah yang dilanda kekeringan, tapi juga memantau lahan dan hutan yang seringkali terjadi kebakaran saat musim kemarau.
BPBD Garut, lanjut dia, berkolaborasi dengan instansi lainnya, terutama lembaga yang berwenang mengelola kehutananuntuk melakukan antisipasi dan penanganan karhutla, begitu juga dalam hal pasokan kebutuhan air bersih.
"Kita nanti konsolidasi. Konsolidasi kalau sudah ada peningkatan aktivitas," kata Kepala BPBD Kabupaten Garut AahAnwarSaefulloh.