Hiburan 05 May 2026

Cara Menggunakan Power Outlet Motor Beat dengan Aman dan Benar agar Aki Tetap Awet

Cara Menggunakan Power Outlet Motor Beat dengan Aman dan Benar agar Aki Tetap Awet

PLAZNEWS — Honda Beat kini hadir dengan fitur power outlet yang memudahkan pengendara mengisi daya smartphone saat berkendara. Memahami cara menggunakan power outlet motor Beat sangat penting agar proses pengisian berlangsung aman tanpa merusak aki maupun perangkat.[1]

Power outlet pada motor Beat bekerja dengan mengambil daya dari sistem kelistrikan aki 12 volt, lalu mengonversinya menjadi tegangan 5 volt yang dibutuhkan smartphone melalui adaptor USB.[2] Tanpa pemahaman yang tepat, penggunaan fitur ini berisiko menyebabkan aki tekor atau bahkan korsleting.

Fitur power charger pada sepeda motor Honda dirancang untuk mendukung kebutuhan pengendara dalam mengisi daya baterai smartphone saat bermobilitas tinggi. Beberapa tipe motor Honda yang sudah dilengkapi fitur ini antara lain Beat, Genio, Scoopy, Vario 160, ADV160, dan PCX 160.[1]

A, USB-C, maupun soket 12 volt.[1]

Langkah paling mendasar dalam cara menggunakan power outlet motor Beat adalah memastikan mesin sepeda motor dalam kondisi hidup. Saat mesin menyala, alternator atau spul terus menghasilkan listrik sehingga daya aki tidak terkuras habis selama proses pengisian daya berlangsung.[2]

Nyalakan mesin motor terlebih dahulu: Sebelum mencolokkan kabel USB ke power outlet, pastikan mesin Beat sudah menyala dan berjalan stabil. Ade Rohman, Sub Department Head Technical Service salah satu dealer resmi Honda, pernah menegaskan, "Ketika menggunakan power charger, mesin sepeda motor harus dalam keadaan menyala agar daya baterai atau aki motor tidak melemah."

Tunggu hingga mesin stabil: Biarkan mesin idle selama beberapa detik agar sistem kelistrikan stabil dan tegangan output sudah optimal sebelum menyambungkan perangkat ke power outlet.

Colokkan kabel USB ke power outlet: Setelah mesin stabil, sambungkan kabel USB ke adaptor yang terpasang di power outlet motor Beat. Pastikan konektor terpasang dengan benar dan tidak longgar.[8]

Hubungkan ujung kabel ke smartphone: Sambungkan ujung kabel satunya ke port charging HP. Periksa apakah indikator pengisian daya muncul di layar smartphone sebagai tanda koneksi berhasil.

Hindari mengecas saat mesin mati: Menggunakan power outlet tanpa mesin menyala akan menguras daya aki secara langsung dan dapat menyebabkan motor sulit distarter kembali.[7]

Pemilihan kabel dan adaptor menjadi faktor krusial dalam cara menggunakan power outlet motor Beat yang benar. Perangkat charger berkualitas rendah dapat menyebabkan masalah serius pada sistem kelistrikan motor maupun smartphone.[8]

Gunakan adaptor USB original atau bersertifikasi: Pilih adaptor yang sudah lolos uji standar keamanan. Ade Rohman menyatakan, "Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya masalah seperti meleleh dan korsleting."

Pastikan kabel charger dalam kondisi baik: Periksa kabel dari ujung ke ujung untuk memastikan tidak ada bagian yang terkelupas, tertekuk tajam, atau rusak. Kabel yang rusak berisiko menyebabkan hubungan pendek.[8]

Perhatikan spesifikasi output: Pastikan adaptor memiliki output minimal 2.1 Ampere agar pengisian daya berjalan optimal. Adaptor dengan output terlalu rendah akan memperlambat proses charging, terutama saat perjalanan singkat.[3]

Hindari adaptor dengan port paralel: Jangan menggunakan adaptor cabang yang memiliki lebih dari satu lubang USB secara bersamaan. Penggunaan port paralel membuat aki bekerja lebih keras dan berpotensi menimbulkan masalah keamanan.

Pilih kabel yang dirancang untuk penggunaan di kendaraan: Kabel standar bawaan ponsel belum tentu tahan terhadap kondisi perjalanan seperti getaran dan paparan elemen luar. Kabel khusus kendaraan biasanya lebih tahan terhadap lonjakan daya dan kondisi berkendara.[2]

original berisiko merusak baterai dan komponen HP karena perbedaan spesifikasi arus serta tegangan. Selalu prioritaskan perangkat original atau yang memiliki sertifikasi resmi untuk menjamin keamanan.[3]

Salah satu kekhawatiran utama pengendara adalah aki tekor akibat penggunaan power outlet. Mengetahui cara menggunakan power outlet motor Beat yang tidak membebani aki merupakan langkah penting untuk menjaga performa kelistrikan kendaraan tetap prima.[7]

Jangan mengecas saat motor dalam keadaan mati: Power outlet akan langsung menarik daya dari aki jika mesin tidak menyala. Meskipun arus yang digunakan relatif kecil, aki motor Beat berkapasitas terbatas dan dapat terkuras dalam waktu singkat.[7]

Cabut kabel USB setelah selesai mengecas: Jangan biarkan adaptor tetap terhubung ke power outlet saat motor diparkir. Beberapa adaptor USB memiliki konsumsi daya standby yang dapat menguras aki secara perlahan meski tidak ada perangkat yang terpasang.[2]

Hindari penggunaan aksesori listrik berlebihan: Selain power outlet, hindari menambahkan aksesori kelistrikan berlebihan seperti lampu LED tambahan atau sistem audio yang membebani aki secara bersamaan.[7]

Periksa kondisi aki secara berkala: Lakukan pengecekan tegangan aki minimal sebulan sekali menggunakan multimeter. Tegangan aki yang sehat berada di kisaran 12,4 hingga 12,8 volt saat mesin mati.

tanda aki melemah: Jika starter terasa lemah atau lampu redup saat mesin idle, segera periksa kondisi aki sebelum menggunakan power outlet kembali.

Bagi pengendara yang sering melakukan touring atau perjalanan jarak jauh, power outlet menjadi fitur esensial. Cara menggunakan power outlet motor Beat dalam perjalanan panjang memerlukan perhatian ekstra agar pengisian daya berjalan efektif tanpa mengganggu konsentrasi berkendara.[1]

Siapkan kabel USB yang cukup panjang: Pilih kabel dengan panjang memadai agar smartphone bisa disimpan di laci dek atau tas yang digantung di sangkutan tanpa kabel tertarik. Pastikan kabel tidak mengganggu kemudi saat berkendara.[8]

Simpan HP di tempat yang aman: Posisi power outlet pada Beat terletak di area dek, sehingga HP bisa dicas sambil diletakkan di laci terbuka atau kantong yang tergantung. Hindari meletakkan HP di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

Matikan ponsel saat mengecas: Jika memungkinkan, matikan smartphone selama proses pengisian agar baterai terisi lebih cepat dan tidak terjadi panas berlebih pada perangkat.

Lakukan pengecasan secara berkala: Alih-alih mengecas terus-menerus sepanjang perjalanan, lakukan pengecasan secara berkala saat berhenti istirahat dengan mesin tetap menyala selama beberapa menit.

Periksa bagasi sebelum melanjutkan perjalanan: Pastikan tidak ada perangkat elektronik yang tertinggal di bagasi saat berhenti. Suhu bagasi yang panas akibat paparan matahari berpotensi merusak smartphone.

Aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze kini menjadi kebutuhan standar bagi pengendara, terutama saat melewati rute yang tidak familiar. Kebutuhan akan daya baterai yang memadai selama perjalanan menjadikan power outlet fitur yang sangat berharga bagi pengendara jarak jauh.[1]

langkah cara menggunakan power outlet motor Beat dengan aman di cuaca tidak bersahabat.[8]

Pastikan area power outlet dalam keadaan kering: Sebelum mencolokkan kabel, periksa apakah area soket power outlet bebas dari air atau kelembapan. Air yang masuk ke konektor dapat menyebabkan korsleting.

Gunakan adaptor dengan proteksi tahan air: Pilih adaptor USB yang memiliki tutup pelindung atau rating tahan air minimal IP65. Adaptor dengan segel kedap air akan melindungi dari cipratan air hujan.[3]

Hindari mengecas saat hujan deras: Jika kondisi hujan sangat lebat, sebaiknya tunda penggunaan power outlet sampai cuaca membaik atau saat berteduh. Keselamatan berkendara harus diprioritaskan.

Keringkan konektor sebelum menyambungkan: Jika konektor USB sudah terlanjur basah, keringkan terlebih dahulu menggunakan kain bersih sebelum disambungkan ke power outlet.

Periksa kondisi konektor secara berkala: Setelah berkendara dalam kondisi basah, periksa apakah ada tanda-tanda korosi atau oksidasi pada konektor USB. Bersihkan jika diperlukan agar koneksi tetap optimal.

Panas berlebih merupakan musuh utama bagi baterai smartphone maupun aki motor. Memahami cara menggunakan power outlet motor Beat dengan meminimalkan risiko overheating akan melindungi perangkat dan kendaraan secara bersamaan.

Jangan mengecas sambil menjalankan aplikasi berat: Menjalankan game, video, atau navigasi GPS saat mengecas akan membuat smartphone bekerja ekstra dan menghasilkan panas berlebih. Jika harus menggunakan fitur fast charging, pastikan HP dalam kondisi idle.

Lepas casing HP saat mengecas: Casing tebal dapat menahan panas dan memperlambat pendinginan ponsel selama proses pengisian daya. Melepas casing membantu sirkulasi udara lebih baik di sekitar perangkat.

Hindari menyimpan HP di bagasi saat mengecas: Suhu di dalam bagasi motor cenderung lebih tinggi, terutama saat motor terparkir di tempat terbuka di siang hari. Simpan HP di area yang memiliki sirkulasi udara lebih baik seperti laci dek terbuka.

Cabut charger setelah baterai penuh: Jangan biarkan HP tetap terhubung ke power outlet setelah baterai mencapai 100 persen. Meskipun smartphone modern memiliki proteksi overcharging, trickle charging yang berkepanjangan tetap meningkatkan suhu baterai.

Perhatikan suhu smartphone: Jika ponsel terasa sangat panas saat mengecas, segera cabut kabel dan biarkan perangkat mendingin sebelum melanjutkan pengisian daya.

Mengenali lokasi dan jenis power outlet pada Honda Beat membantu pengendara memanfaatkan fitur ini secara maksimal. Honda Beat terbaru, termasuk varian CBS, Street, dan Deluxe, kini seluruhnya sudah dilengkapi power outlet secara standar dari pabrik.

Lokasi di area dek depan: Power outlet pada Honda Beat terletak di bagian dek, dekat dengan laci terbuka. Posisi ini memudahkan pengendara untuk menyambungkan kabel USB sambil menyimpan HP di laci atau kantong gantung.

Membutuhkan adaptor USB: Model power outlet pada Beat masih menggunakan soket yang memerlukan adaptor USB untuk menyambungkan kabel ke smartphone. Pastikan adaptor yang digunakan kompatibel dengan soket.

Fitur alarm terintegrasi: Pada Beat terbaru, fitur power outlet hadir bersamaan dengan fitur alarm. Alarm diaktifkan dengan memutar kunci ke posisi off dua kali dalam tiga detik dan akan aktif setelah sekitar satu menit dengan indikator lampu merah berkedip.

Laci dek lebih dalam: Beat terbaru memiliki laci dek yang lebih dalam sehingga dapat menampung barang yang lebih panjang, termasuk botol air mineral 600 ml, memberikan ruang yang cukup untuk menyimpan HP saat dicas.

Indikator aki pada klaster instrumen: Klaster instrumen Beat terbaru kini dilengkapi indikator aki yang memberikan informasi ketika aki mulai melemah, membantu pengendara mengantisipasi sebelum power outlet tidak berfungsi optimal.

Tidak tersedia kick starter: Beat terbaru sepenuhnya mengandalkan sistem starter elektrik, sehingga menjaga kesehatan aki menjadi sangat penting agar motor selalu bisa dihidupkan.

Banyak pengendara yang khawatir aki motor cepat tekor karena sering menggunakan power outlet untuk mengecas HP. Kekhawatiran ini memang beralasan, terutama jika penggunaan tidak dilakukan dengan benar. Aki motor Beat berkapasitas relatif kecil dibandingkan aki mobil, sehingga lebih rentan terhadap pengurasan daya berlebihan.[7]

menerus.[7]

Faktor lain yang sering diabaikan adalah parasitic drain atau konsumsi daya standby dari adaptor USB. Beberapa adaptor tetap menarik sedikit arus listrik meski tidak ada perangkat yang disambungkan. Menurut webBikeWorld, "Leaving a USB connection attached to your battery at all times will slowly drain it."[2] Kondisi ini menjadi masalah serius jika motor diparkir dalam waktu lama tanpa digunakan.

Penggunaan aksesori tambahan secara bersamaan juga memperbesar risiko aki tekor. Lampu tambahan, klakson modifikasi, atau sistem audio aftermarket yang aktif bersamaan dengan power outlet akan membebani sistem kelistrikan aki secara berlebihan. Solusinya adalah membatasi jumlah perangkat yang menggunakan daya listrik motor secara bersamaan.[7]

Aspek yang jarang dibahas namun sangat penting adalah dampak getaran motor terhadap smartphone, terutama saat perangkat sedang dalam proses pengisian daya di power outlet. Apple pernah secara resmi mengeluarkan peringatan terkait hal ini. Dalam dokumen dukungannya, Apple menyatakan, "Mengekspos iPhone Anda terhadap getaran beramplitudo tinggi dalam rentang frekuensi tertentu, khususnya yang dihasilkan oleh mesin motor bertenaga tinggi, dapat menurunkan performa sistem kamera."[5]

Getaran dari mesin motor dapat merusak sistem Optical Image Stabilization (OIS) dan autofokus pada kamera smartphone secara bertahap. Menurut Jalopnik, kerusakan akibat getaran tidak terjadi dalam semalam, melainkan merupakan degradasi performa yang terjadi secara perlahan akibat paparan jangka panjang.[6] Baik ponsel iPhone maupun Android rentan mengalami masalah serupa.

Apple juga secara spesifik memperingatkan, "Tidak disarankan memasang iPhone pada motor dengan mesin bertenaga tinggi atau berkapasitas besar karena amplitudo getaran dalam rentang frekuensi tertentu yang dihasilkannya."[5] Untuk kendaraan bermesin kecil seperti skuter dan moped, termasuk Honda Beat, Apple merekomendasikan penggunaan mount peredam getaran jika ponsel harus dipasang di kendaraan.[5]

Solusi paling aman adalah tidak memasang HP langsung di stang motor saat mengecas melalui power outlet. Sebagai gantinya, simpan ponsel di laci dek atau tas yang tergantung di sangkutan. Cara ini secara signifikan mengurangi paparan getaran langsung ke perangkat. Jika memang harus memasang HP di stang untuk keperluan navigasi, gunakan mount dengan peredam getaran berkualitas untuk meminimalkan risiko kerusakan.[4]

Pengendara motor Beat perlu memahami perbedaan antara power outlet bawaan pabrik dan USB charger aftermarket yang dijual di pasaran. Memilih opsi yang tepat berpengaruh pada keamanan dan performa pengisian daya.

Power outlet bawaan pabrik (OEM): Dirancang khusus oleh Honda untuk terintegrasi sempurna dengan sistem kelistrikan motor Beat. Soket ini terhubung ke sirkuit yang otomatis aktif saat mesin menyala dan mati saat kunci diputar ke posisi off, sehingga meminimalkan risiko parasitic drain pada aki.[1]

USB charger aftermarket tipe handlebar mount: Dipasang di stang motor dan biasanya terhubung langsung ke terminal aki. Kelebihannya adalah posisi yang mudah dijangkau, namun kelemahannya adalah risiko menguras aki jika tidak dilengkapi saklar on/off.[3]

Pentingnya fuse atau sekering: Charger aftermarket yang berkualitas harus dilengkapi inline fuse untuk mencegah hubungan pendek. Menurut MotorcycleNews.com, pastikan pemasangan USB charger menyertakan sekering berukuran tepat di dekat sumber daya.[8]

switched vs langsung ke aki: Power outlet OEM umumnya terhubung ke sirkuit yang mengikuti posisi kunci kontak (ignition-switched). USB charger aftermarket yang disambungkan langsung ke aki akan tetap aktif meski mesin mati, sehingga perlu sakelar tambahan.[3]

Proteksi tegangan: Charger aftermarket yang baik memiliki regulasi tegangan bawaan yang mengonversi 12V dari aki menjadi 5V yang stabil untuk ponsel. Tanpa regulasi ini, lonjakan tegangan berpotensi merusak perangkat.[2]

Rekomendasi untuk Beat: Karena Honda Beat sudah menyediakan power outlet bawaan, sebaiknya manfaatkan fitur tersebut tanpa perlu menambah charger aftermarket kecuali memiliki kebutuhan khusus seperti port USB-C atau fast charging.

Perawatan aki yang baik memastikan power outlet selalu tersedia saat dibutuhkan. Berikut beberapa tips perawatan aki motor yang dapat dilakukan secara rutin.

Cek tegangan aki secara berkala: Gunakan multimeter untuk memeriksa tegangan aki minimal sebulan sekali. Aki sehat memiliki tegangan 12,412,8V saat mesin mati dan 1314V saat mesin hidup.

Bersihkan terminal aki: Korosi pada terminal aki menghambat aliran listrik dan dapat membuat power outlet tidak berfungsi. Bersihkan terminal secara berkala menggunakan sikat dan oleskan vaselin tipis untuk mencegah korosi kembali.

Nyalakan motor secara rutin: Jika motor jarang digunakan, nyalakan mesin minimal seminggu sekali selama 1015 menit agar aki tetap terisi. Aki yang dibiarkan tanpa pengisian dalam waktu lama akan mengalami sulfasi dan penurunan kapasitas.

Hindari penggunaan aksesori berlebihan: Setiap aksesori tambahan yang menggunakan listrik akan membebani aki. Prioritaskan penggunaan power outlet hanya untuk kebutuhan penting seperti mengecas HP.

Ganti aki tepat waktu: Aki motor umumnya memiliki usia pakai 23 tahun. Jika starter sudah terasa lemah atau lampu berkedip-kedip meski aki baru dicas, pertimbangkan untuk menggantinya dengan aki baru.

Periksa kondisi kiprok secara berkala: Kiprok atau regulator rectifier yang bermasalah dapat menyebabkan overcharging atau undercharging pada aki, keduanya berdampak buruk pada performa power outlet.[7]

opsi ini bisa menjadi solusi cadangan saat power outlet bermasalah atau saat ingin mengurangi beban pada aki motor.[1]

Power bank portabel: Solusi paling praktis tanpa memerlukan koneksi ke sistem kelistrikan motor. Power bank berkapasitas 10.000 mAh atau lebih dapat mengisi ulang ponsel beberapa kali. Simpan di saku jaket atau tas untuk kemudahan akses.[1]

Solar power bank: Bagi pengendara yang sering touring di luar ruangan, solar power bank menawarkan kemampuan pengisian ulang menggunakan sinar matahari. Meski pengisian via panel surya relatif lambat, fitur ini sangat berguna sebagai cadangan darurat.[1]

USB charger aftermarket dengan sakelar: Jika menginginkan port USB tambahan selain power outlet bawaan, pilih charger aftermarket yang dilengkapi sakelar on/off dan voltmeter bawaan. Fitur sakelar mencegah pengurasan aki saat motor diparkir.[3]

Wireless charging mount: Beberapa mount ponsel dengan fitur wireless charging kini tersedia untuk motor. Kelebihannya adalah tidak ada kabel yang menggantung dan risiko korsleting lebih rendah. Namun, kecepatannya masih lebih lambat dibanding pengisian kabel.[2]

Pengecasan saat istirahat: Alternatif paling sederhana adalah membawa charger dan mengecas ponsel di tempat istirahat seperti warung, kafe, atau rest area. Cara ini sama sekali tidak membebani aki motor.

kesalahan berikut agar pengalaman pengisian daya selalu aman dan nyaman.

Mengecas dengan mesin mati dalam waktu lama: Ini merupakan kesalahan paling umum yang langsung menguras daya aki. Biasakan selalu menghidupkan mesin saat menggunakan power outlet.[2]

Menggunakan adaptor cabang atau splitter: Adaptor dengan dua lubang USB yang digunakan bersamaan membuat aki bekerja ekstra. Ade Rohman pernah memperingatkan, "Jika itu terjadi, suhu di dalam bagasi akan lebih panas dan berpotensi menimbulkan masalah pada sisi safety."

Meninggalkan HP di bagasi saat terparkir di bawah terik matahari: Suhu ekstrem di dalam bagasi dapat merusak baterai lithium-ion pada smartphone. Selalu keluarkan HP dari bagasi sebelum meninggalkan motor.

Menggunakan kabel charger yang rusak: Kabel dengan pelapis terkelupas atau konektor yang longgar berisiko menyebabkan korsleting. Ganti segera jika ditemukan tanda kerusakan.

Tidak mencabut adaptor setelah selesai: Adaptor yang dibiarkan tertancap di power outlet dapat tetap menarik arus kecil yang lama-kelamaan menguras aki, terutama jika motor diparkir berhari-hari.[2]

Memasang HP di stang tanpa peredam getaran: Jika mengecas HP sambil memasangnya di stang untuk navigasi, pastikan menggunakan mount berkualitas dengan peredam getaran untuk melindungi kamera dan komponen internal ponsel.[4]

Sebelum bergantung pada power outlet saat perjalanan, ada baiknya memeriksa apakah fitur ini berfungsi dengan baik. Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan sendiri tanpa perlu ke bengkel.

Cek indikator pengisian daya: Sambungkan kabel USB dan HP ke power outlet saat mesin menyala. Jika indikator pengisian muncul di layar HP dalam beberapa detik, berarti power outlet berfungsi normal.[8]

Periksa kestabilan pengisian: Amati apakah proses pengisian berjalan stabil atau sering terputus-putus. Pengisian yang tidak stabil bisa menandakan konektor longgar atau adaptor bermasalah.

Gunakan multimeter: Untuk pemeriksaan lebih presisi, gunakan multimeter untuk mengukur tegangan output pada power outlet. Tegangan yang ideal berada di kisaran 5V dengan toleransi kecil.

Periksa kondisi fisik soket: Amati apakah ada tanda korosi, debu, atau kerusakan pada soket power outlet. Bersihkan dengan cotton bud kering jika ditemukan kotoran yang menumpuk.

Uji dengan adaptor berbeda: Jika power outlet tidak berfungsi, coba gunakan adaptor USB lain untuk memastikan masalah bukan pada adaptornya. Jika tetap tidak berfungsi, periksakan ke bengkel resmi Honda.

Mengecas HP di power outlet motor Beat tidak akan membuat aki tekor jika dilakukan saat mesin menyala. Saat mesin hidup, alternator terus menghasilkan listrik sehingga daya aki tetap terjaga. Aki baru berisiko tekor jika mengecas dilakukan saat mesin mati dalam waktu lama.[7]

Power outlet pada Honda Beat terletak di bagian dek depan, dekat dengan laci terbuka. Posisi ini memudahkan pengendara untuk menghubungkan kabel USB dan menyimpan HP di area yang aman selama proses pengisian daya berlangsung.

Honda Beat terbaru, baik varian CBS, Street, maupun Deluxe, sudah dilengkapi power outlet secara standar dari pabrik. Pada generasi sebelumnya, fitur ini hanya tersedia di varian tertentu saja.

Tidak disarankan menggunakan adaptor cabang untuk mengecas dua HP sekaligus karena akan membuat aki bekerja lebih keras. Penggunaan port paralel juga berisiko menimbulkan panas berlebih di area soket yang dapat membahayakan keselamatan.

Mengecas HP saat motor berjalan cukup aman secara kelistrikan karena mesin sedang menyala dan aki terus terisi. Namun, perlu diperhatikan agar kabel USB tidak mengganggu kemudi. Selalu simpan HP di tempat yang aman dan hindari mengoperasikannya selama berkendara.

alih memasangnya langsung di stang motor. Jika harus dipasang di stang untuk navigasi, gunakan mount dengan fitur peredam getaran untuk melindungi sistem kamera dan komponen internal smartphone.[4]

Power outlet motor Beat dapat digunakan untuk mengecas berbagai perangkat elektronik kecil yang menggunakan port USB, seperti earbuds, smartwatch, atau kamera aksi portabel. Pastikan perangkat yang disambungkan tidak menarik daya melebihi kapasitas output power outlet agar aki dan sistem kelistrikan tetap terjaga.[1]

Rekomendasi Terkait