PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Hera dan majikannya, Rien Wartia Trigina alias Erin, terus menjadi perhatian publik. Perkembangan terbaru mengungkap kondisi fisik dan psikologis Hera yang disebut masih belum pulih pasca insiden yang dilaporkannya ke Polres Metro Jakarta Selatan.
tanda kecemasan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa dirinya masih merasakan dampak signifikan dari dugaan kekerasan yang dialaminya selama bekerja.
"Kepala saya sakit, pusing, terus habis dicakar kan perih gitu butuh istirahat. Saya masih trauma," kata Hera saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin 4 Mei 2026.
hari, bahkan membuatnya sulit beristirahat dengan tenang.
Selain itu, Hera juga membeberkan kronologi singkat terkait dugaan kekerasan yang dialaminya. Ia mengklaim sempat dipukul menggunakan gagang sapu lidi di bagian belakang kepala. Tak hanya itu, ia juga mengaku ditendang hingga terjatuh.
"Masih pusing, perih juga bekas cakarannya. Ya sampai saya terjengkal di depan dia (saat ditendang)," tutur Hera.
Pengakuan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya tindakan kekerasan fisik, meskipun hingga kini masih menunggu pembuktian secara medis.
Kuasa hukum Hera, Natalius Bangun, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menanti hasil visum dari rumah sakit. Dokumen medis tersebut dinilai penting untuk memperkuat laporan yang telah diajukan ke pihak kepolisian.
"Nah visumnya belum diserahkan oleh rumah sakit ke penyidik. Kami juga tadi sudah konfirmasi kan, belum diserahkan. Nanti akan dikoordinasikan lebih lanjutlah berkaitan dengan visum," ujar Natalius Bangun.
Ia menambahkan, hasil visum nantinya akan menjadi salah satu bukti kunci dalam menentukan ada atau tidaknya unsur kekerasan dalam kasus ini.