PLAZNEWS — Jakarta, CNBC Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,25% per pukul 11.09 WIB hari ini, Selasa (5/5/2026). Indeks menyentuh level 7.058,81 atau naik 86,86 poin.
Sebanyak 378 saham naik, 292 turun, dan 289 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 7,42 triliun, melibatkan 20,17 miliar saham dalam 1,21 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar naik menjadi Rp 12.594 triliun.
Kondisi IHSGsiang ini kontras dengan pembukaan perdagangan. IHSG turun tipis 3,38 poin atau 0,05% ke level 6.968,56 pada pembukaan. Sebanyak 209 di zona hijau, 88 turun, dan 318 belum bergerak.
Selang beberapa menit setelah pasar dibuka IHSG tercatat turun makin dalam yakni mencapai 0,71%. Adapun saham paling ramai ditransaksikan termasuk BBCA, BRPT dan BBRI.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan besar pada hari ini. Kembali memanasnya perang dan harga minyak bisa membuat IHSG dan rupiah tertekan.
Nilai tukar rupiah semakin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda makin dalam setelah sempat dibuka melemah pada awal perdagangan.
Melansir data Refinitiv, per pukul 09.07 WIB, rupiah terpantau melemah 0,22% ke level Rp17.403/US$. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan yang semakin dalam dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi di level Rp17.380/US$.
Namun, data pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan menguat serta melandainya inflasi diharapkan bisa menekan gejolak pasar. Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini juga akan menggelar dua konferensi pers hari ini.
kapal Iran di Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News pada Senin, memperingatkan Iran bahwa negara tersebut akan "dihapus dari muka bumi" jika menargetkan kapal AS yang melindungi kapal dagang yang melintas di selat tersebut.
Trump juga mengatakan dalam unggahan di Truth Social bahwa sebuah kapal kargo Korea Selatan telah menjadi sasaran tembakan Iran di perairan itu. "Mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut bergabung dalam misi ini!" tulisnya.
Indeks pasar saham ditutup melemah tajam pada Senin, sementara harga minyak naik, seiring meningkatnya kekhawatiran investor bahwa dampak perang terhadap ekonomi global dapat semakin memburuk atau berlangsung lebih lama.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkanEkonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencatatkan pertumbuhan 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy).
Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026 maupun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal I-2025 sebesar 4,87% yoy.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).