PLAZNEWS — Selular.ID Ericsson menegaskan percepatan implementasi teknologi 5G menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan perusahaan telekomunikasi global itu dalam ajang Indotelko Forum 2026 di Jakarta pekan lalu, forum yang mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, pelaku industri, hingga penyedia teknologi untuk membahas arah pengembangan konektivitas nasional di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.
Bagi Ericsson, 5G kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai evolusi jaringan seluler dari generasi sebelumnya.
time, dan adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pandangan ini sejalan dengan agenda transformasi digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana pembangunan infrastruktur digital menjadi salah satu pilar utama.
Ericsson menilai kesiapan jaringan generasi terbaru akan sangat menentukan kemampuan Indonesia dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital yang terus berkembang.
President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan bahwa 5G kini telah berkembang menjadi infrastruktur nasional yang krusial bagi penguatan ekosistem digital Indonesia.
5G telah menjadi infrastruktur nasional yang krusial. Teknologi ini akan mempercepat transformasi digital Indonesia melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, dan berlatensi rendah yang penting untuk mendukung aplikasi digital canggih serta teknologi baru di berbagai sektor industri, ujar Nora Wahby.
Ia menambahkan, posisi jaringan saat ini tidak lagi hanya sebagai sarana komunikasi, melainkan elemen penting yang menopang berbagai layanan vital dalam kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
hari dan berperan sentral terhadap kemajuan ekonomi, terutama untuk layanan-layanan vital. Karena itu, Indonesia membutuhkan jaringan 5G yang aman, tangguh, cerdas, dan berkinerja tinggi untuk mengembangkan berbagai use case baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan, lanjutnya.
Secara global, adopsi 5G memang menunjukkan tren pertumbuhan yang agresif. Berdasarkan Ericsson Mobility Report, jumlah pelanggan 5G diproyeksikan mencapai sekitar 2,9 miliar pada akhir 2025.
Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 6,4 miliar pada 2032, mencakup mayoritas langganan seluler dunia.
Pertumbuhan adopsi ini berjalan beriringan dengan lonjakan konsumsi data seluler global. Ericsson memperkirakan trafik data seluler akan tumbuh lebih dari dua kali lipat pada periode yang sama.
to-machine.
Di Indonesia, dampak ekonomi dari implementasi 5G juga dinilai signifikan. GSMA memperkirakan investasi lanjutan pada teknologi 5G dapat berkontribusi hingga US$41 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sepanjang periode 2024 hingga 2030.
sektor strategis.
Dalam konteks ini, percepatan implementasi 5G dinilai bukan hanya isu teknologi, melainkan juga bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.
Namun, Ericsson menilai percepatan adopsi 5G di Indonesia membutuhkan dukungan ekosistem yang lebih kuat.
Seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital dan berkembangnya pemanfaatan AI yang menuntut latensi rendah serta koneksi stabil, pembangunan infrastruktur digital dinilai harus dipercepat.
Dukungan tersebut mencakup kepastian regulasi, ketersediaan spektrum frekuensi yang memadai, hingga iklim investasi yang sehat agar operator dapat memperluas jaringan secara berkelanjutan.
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mempersiapkan pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Kedua pita frekuensi ini dinilai penting untuk memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kapasitas layanan 5G di Indonesia.
Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menilai Indonesia masih berada pada tahap awal dalam adopsi AI dan 5G dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.
negara lain di Asia Tenggara.Namun dengan kebijakan spektrum yang tepat dan kolaborasi yang kuat, serta dukungan ekosistem vendor yang seimbang, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital, kata Ronni.
Menurutnya, keputusan yang diambil saat ini, terutama terkait strategi pembangunan dan pengelolaan jaringan, akan menentukan seberapa cepat Indonesia dapat memanfaatkan teknologi generasi terbaru tersebut untuk mendukung target transformasi digital nasional.
Bagi Ericsson, momentum pengembangan 5G di Indonesia saat ini menjadi fase penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi lonjakan kebutuhan konektivitas beberapa tahun ke depan, terutama ketika adopsi AI, Internet of Things (IoT), dan layanan digital berbasis cloud semakin meluas di berbagai sektor industri.
REDAKSI/BISNIS Jl. Amil No.28i RT.2 RW.5, Kelurahan Kalibata Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12740 E-mail : redaksi@selular.co.id