PLAZNEWS — Berangkat dari kepedulian terhadap masih terbatasnya akses layanan kesehatan gigi, tantangan pendidikan, serta kebutuhan akan lahirnya pemimpin muda Indonesia yang berdampak, FDC Dental Clinic resmi meluncurkan FDC Foundation.
FDCFoundation adalah gerakan sosial yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan kepemimpinan generasi muda Indonesia.
Founder FDC Foundation, drg. Ita Lestari, MARS., menyampaikan bahwa FDC Foundation lahir dari keyakinan bahwa senyum tidak hanya hadir melalui layanan kesehatan, tetapi juga dari hadirnya harapan, pendidikan, dan kesempatan hidup yang lebih baik.
"Selama ini FDC membantu masyarakat tersenyum melalui layanan kesehatan gigi. Namun, kami percaya senyum yang sesungguhnya hadir ketika seseorang memiliki akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan untuk berkembang. Karena itu FDC Foundation hadir sebagai bagian dari perjalanan untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan," ujar drg. Ita Lestari.
FDC Foundation dibangun dengan semangat "Be the Foundation of Every Smile" sebagai komitmen jangka panjang untuk menghadirkan kebermanfaatan yang melampaui layanan bisnis. Saat ini FDC Dental Clinic melayani lebih dari 60 ribu pasien setiap bulan melalui jaringan klinik yang tersebar dari Medan hingga Sorong. Perjalanan tersebut menjadi fondasi lahirnya gerakan sosial FDCFoundation yang bergerak melalui tiga pilar utama, yakni FDC Scholarship, FDC Berbagi, dan FDCLeadership.
Melalui FDC Scholarship, FDC Foundation memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa kedokteran gigi, dokter gigi spesialis, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa umum berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, serta sejumlah PoltekkesKemenkes seperti Poltekkes Semarang, Surabaya dan Palembang yang turut berperan dalam mencetak tenaga perawat gigi dan kesehatan yang berkualitas di Indonesia.
Program FDC Berbagi Hadirkan Pemeriksaan dan Perawatan Gigi Gratis/
Melalui program FDC Berbagi, yayasan ini menghadirkan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis, edukasi kesehatan dan kebersihan gigi, serta bantuan sosial di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil seperti Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi, Labuan Bajo, Sorong Papua Barat Daya, hingga kawasan pesisir dan permukiman masyarakat prasejahtera.
Adapun FDC Leadership menjadi program pengembangan kepemimpinan dan mentorship bagi generasi muda untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki dampak sosial dan kemampuan transformasi di berbagai sektor industri.
Menurut drg. Ita Lestari, tantangan sosial di Indonesia membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, FDC Foundation akan terus membuka ruang kolaborasi bersama perguruan tinggi, perusahaan, komunitas, hingga publik figur untuk memperluas dampak sosial yang lebih nyata bagi masyarakat.
Kami percaya kebermanfaatan tidak berhenti pada bisnis. FDC Foundation ingin menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan lebih banyak akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pengembangan talenta muda Indonesia. Kami berharap gerakan ini dapat tumbuh menjadi warisan kebaikan yang memberi dampak lintas generasi,ungkapnya drg. Ita Lestari.
Peluncuran FDC Foundation sekaligus menandai transformasi FDC sebagai perusahaan teknologi yang tidak hanya berfokus pada layanan dental klinik dengan mengedepankan customer experience. tetapi juga pada penguatan kontribusi sosial yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat Indonesia," tambahChief Technology Officer (CTO) FDC, M. Reza Avesena.
yang turut menghadirkan berbagai tokoh, komunitas, serta penampilan musisi ternama seperti Mahalini, Rizky Febian, Difa Barus, Hivi!, Tulus, dan Dewa 19 featuring Ello.
FDC Transformasi Jadi Perusahaan Teknologi Dental, Layani 1,5 Juta Pengguna/
Selain meluncurkanFDC Foundation, FDC Dental Clinic terus memperkuat transformasi layanan kesehatan gigi berbasis teknologi digital melalui peluncuran dan pengembangan aplikasi FDC yang kini telah digunakan lebih dari 1,5 juta pengguna di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen FDC dalam menghadirkan pengalaman perawatan gigi yang lebih mudah, cepat, nyaman, dan transparan bagi masyarakat.
Berdasarkan data nasional yang dirilis Kementerian Kesehatan RI dan Survei Kesehatan Indonesia, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin masih relatif rendah dibanding jumlah populasi. Karena itu, digitalisasi layanan kesehatan dinilai menjadi salah satu pendekatan penting untuk mendorong masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan gigi secara cepat, praktis, dan nyaman
Drg. Ita menyampaikan bahwa pengembangan teknologi ini lahir dari tantangan utama yang selama ini membuat masyarakat enggan datang ke dokter gigi, yakni rasa takut, persepsi biaya mahal, dan proses layanan yang dianggap memakan waktu lama. Menurutnya, FDC ingin mengubah pengalaman tersebut menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
FDC lahir bukan hanya untuk memberikan layanan kesehatan gigi, tetapi juga mengubah pengalaman masyarakat ketika datang ke dokter gigi. Banyak orang merasa takut, menganggap mahal, dan prosesnya lama. Karena itu kami membangun konsep klinik yang nyaman seperti caf, tim yang dilatih dengan pendekatan hospitality dan layanan prima, serta sistem digital yang membuat reservasi dan pelayanan menjadi jauh lebih praktis dan transparan, ujar Drg. Ita Lestari.
Drg. Ita menambahkan, transformasi digital yang dilakukan FDC menjadikan perusahaan tidak lagi sekadar klinik gigi konvensional, tetapi berkembang sebagai perusahaan teknologi yang fokus pada layanan dental clinic dan customer experience.
Dulu kami adalah klinik gigi yang memiliki tim IT. Hari ini kami bertransformasi menjadi perusahaan teknologi yang fokus pada layanan kesehatan gigi. Kami banyak belajar dan melakukan benchmark dari perusahaan teknologi lain yang menempatkan customer experience sebagai prioritas utama, tambahnya.
rata lebih dari 2.000 pasien per hari. Sebelum sistem digital diterapkan, proses reservasi manual melalui layanan pesan atau chat sering kali menyebabkan antrean panjang meskipun telah ditangani dalam beberapa shift layanan pelanggan.Teknologi FDC juga terinspirasi dari keberhasilan berbagai perusahaan teknologi digital dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang cepat, praktis, dan mudah diakses masyarakat.
Salah seorang dentist terbaik FDC yang juga menerima penghargaan adalah drg. Irvanda Mulyaningsih, Sp.Ort., dari FDC cabang Jawa Timur. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan bagaimana transformasi digital FDC didukung langsung oleh para praktisi terbaik di lapangan, sejalan dengan visi perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan gigi berbasis teknologi dan customer experience.
rata sekitar 30 menit melalui layanan human agent via WhatsApp atau call center, kini dapat dilakukan hanya dalam sekitar 1520 detik. Pelanggan dapat memilih cabang klinik terdekat, menentukan jadwal dan dokter gigi, hingga memperoleh informasi layanan dan estimasi biaya langsung melalui smartphone. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi FDC sebagai salah satu pelopor klinik gigi di Indonesia yang menghadirkan aplikasi digital terintegrasi untuk meningkatkan kemudahan layanan dan customer experience, ungkap drg. Irvanda Mulyaningsih, Sp.Ort.
drg. Irvanda menambahkan, inovasi teknologi yang dikembangkan FDC turut membantu kami, memberikan pelayanan yang lebih efektif, cepat, dan nyaman sehingga pasien dapat merasakanpengalaman perawatan gigi yang lebih modern dan menyenangkan
Capaian lebih dari 1,5 juta pengguna menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan gigi berbasis digital di Indonesia. Di tengah masih rendahnya tingkat kunjungan rutin masyarakat ke dokter gigi, adopsi teknologi kesehatan seperti aplikasi FDC dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesadaran serta memperluas akses layanan kesehatan gigi nasional.