PLAZNEWS — AS, VIVA Panggung megah Coachella Valley Music and Arts Festival 2026 kembali jadi sorotan dunia, bukan hanya karena deretan penampil kelas atas, tetapi juga akibat biaya tambahan yang harus ditanggung promotor. Di balik euforia ribuan penonton, pelanggaran jam malam oleh sejumlah musisi justru berujung denda fantastis bagi pihak penyelenggara, Goldenvoice.
Mengutip laporan Billboard, total denda yang harus dibayar mencapai US$60 ribu atau sekitar Rp1 miliar. Sanksi ini dijatuhkan oleh otoritas kota Indio, Amerika Serikat, setelah dua penampil utama melewati batas waktu tampil yang telah ditentukan, yakni pukul 01.00 dini hari waktu setempat. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Pelanggaran pertama terjadi pada Jumat malam, 17 April 2026. Penampilan Anyma yang dikenal dengan visual futuristiknya justru berakhir melewati batas waktu. Set panggungnya baru selesai pada pukul 01.09 pagi.
Keterlambatan sembilan menit tersebut langsung berdampak finansial. Promotor dikenakan denda sebesar US$24 ribu atau sekitar Rp412 juta akibat pelanggaran tersebut.
tunggu para penggemar ternyata berakhir dua menit lebih lama dari jadwal.
Durasi yang tampak sepele itu tetap berujung sanksi serius. Tambahan denda sebesar US$20 ribu atau sekitar Rp344 juta kembali dibebankan kepada Goldenvoice.
Fenomena ini sejatinya bukan hal baru dalam sejarah Coachella. Festival musik bergengsi tersebut memang dikenal memiliki aturan ketat terkait jam malam, namun di sisi lain juga menjadi panggung bagi para musisi untuk tampil total tanpa kompromi.
Sejumlah nama besar sebelumnya juga pernah mengalami situasi serupa. Legenda musik Paul McCartney misalnya, pernah dikenai denda hingga US$54 ribu setelah tampil melewati batas waktu selama 54 menit. Selain itu, artis seperti Travis Scott dan Lana Del Rey juga tercatat pernah menyumbang denda akibat aksi panggung yang melewati jadwal.
Meski kerap diwarnai pelanggaran seperti ini, daya tarik Coachella tak pernah luntur. Skala produksi yang masif, lineup musisi global, hingga pengalaman festival yang ikonik tetap menjadikannya sebagai salah satu ajang musik paling berpengaruh di dunia.