PLAZNEWS — Film horor terbaru HAJATAN SETAN akhirnya merilis teaser trailer berdurasi 70 detik yang langsung bikin penasaran sekaligus merinding. Diproduksi oleh MBK Productions dan Drias Film Production, teaser ini menyuguhkan nuansa horor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi perlahan berubah jadi teror yang nggak nyaman. Menariknya lagi, teaser ini juga bakal tayang sebagai pembuka film The Bell: Panggilan untuk Mati yang mulai hadir di bioskop 7 Mei 2026.
Disutradarai oleh Eko Kristanto dan Drias, Hajatan Setan mengangkat cerita horor dari tradisi mistik di pedesaan dengan pendekatan yang lebih atmosferik. Jadi bukan sekadar jumpscare, tapi lebih ke rasa 'nggak enak' yang pelan-pelan dibangun dari hal-hal yang terasa familiar.
Salah satu highlight paling mencuri perhatian di teaser ini adalah adegan kesurupan yang dialami Ari Irham. Gerakan tubuhnya yang nggak terkendali sampai perubahan ekspresi wajah yang makin pucat sukses bikin suasana jadi makin mencekam.
Ari Irham sendiri mengaku kalau adegan ini cukup menantang. "Itu salah satu adegan yang cukup nguras energi, karena harus banyak eksplor gerak tubuh yang tidak wajar. Tapi justru seru juga, karena bisa benar-benar lepas dan nyobain hal baru di set," ujarnya.
Sang sutradara, Drias, juga menjelaskan konsep horor yang diusung film ini. "Kami ingin penonton merasakan dulu atmosfernya. Ada sesuatu yang tidak beres, tapi belum sepenuhnya terlihat penyebabnya. Teror dalam film ini tidak hanya datang tiba-tiba, tapi dibangun dari hal-hal yang terasa dekat di kehidupan masyarakat sehari-hari,' ujarnya.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
Nggak cuma rilis di Indonesia, Hajatan Setan juga direncanakan tayang serentak di berbagai negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. Hal ini karena ceritanya dinilai punya kedekatan dengan budaya di kawasan tersebut.
"Kami melihat potensi cerita ini untuk diterima secara regional, karena berangkat dari akar tradisi yang juga punya kedekatan dengan budaya di kawasan Asia Tenggara," ungkap Budi Yulianto sang Produser Eksekutif.
Menariknya lagi, film ini bakal menggunakan teknologi Dolby Atmos, yang bikin pengalaman nonton jadi lebih 'hidup'. Dari suara halus sampai efek yang bikin kaget, semuanya terasa lebih nyata dan bikin penonton makin tenggelam dalam suasana horor.
siap ya, karena nggak semua hajatan berakhir bahagia.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)