PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Aktivitas di dunia otomotif tidak lepas dari risiko, baik dalam penggunaan harian maupun kegiatan hobi seperti touring dan balap. Hal ini membuat aspek keselamatan dan perlindungan menjadi semakin penting bagi para pelaku di dalamnya.
hari. Faktor seperti kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, hingga intensitas penggunaan kendaraan turut memengaruhi potensi kecelakaan.
Melihat kondisi tersebut,Ikatan Motor Indonesia(IMI) menghadirkan langkah baru dengan menggandengBRI Insurance. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi seluruh anggota IMI.
Kolaborasi ini mencakup sekitar 30 ribu anggota aktif IMI dari berbagai latar belakang. Mulai dari komunitas otomotif, penghobi kendaraan, hingga atlet balap profesional.
Melalui kerja sama tersebut, anggota IMI mendapatkan perlindungan asuransi dengan beberapa pilihan paket. Setiap paket dirancang sesuai dengan tingkat aktivitas dan risiko yang dihadapi.
hari, termasuk saat berkendara.
Sementara itu, bagi anggota yang aktif dalam kegiatan dengan risiko lebih tinggi, tersedia paket KTA Profesional. Paket ini ditujukan untuk aktivitas seperti balap di sirkuit, touring, hingga kegiatan otomotif lainnya.
Ketua UmumIkatan Motor Indonesia,Moreno Soeprapto, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan rasa aman bagi anggota. Menurutnya, perlindungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas otomotif.
Ini merupakan langkah nyata dalam memberikan rasa aman dan nilai tambah bagi seluruh anggota IMI, ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Selasa 21 April 2026.
Selain perlindungan kecelakaan diri, kerja sama ini juga membuka akses layanan secara digital. Proses pendaftaran dan penerbitan polis dilakukan melalui aplikasi yang terintegrasi.
Langkah ini menunjukkan bahwa kesadaran terhadap risiko di dunia otomotif mulai meningkat. Tidak hanya fokus pada kendaraan, tetapi juga keselamatan penggunanya.
Dengan adanya perlindungan ini, diharapkan anggota IMI dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih aman. Sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem otomotif yang lebih tertata dan berkelanjutan.