PLAZNEWS — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mulai menata wilayah Jatinangor sebagai kawasan pendidikan terpadu Kota Pelajar Jatinangor untuk memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan tinggi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) di Sumedang, Minggu, menyampaikan Pemprov telah menyiapkan langkah konkret dalam penataan tersebut sebagai kawasan pendidikan yang terintegrasi.
"Pemprov sudah sangat siap menata, dan itu menjadi kawasan baru yaitu kawasan pendidikan atau dalam bahasa saya Kota Pelajar Jatinangor," ujarnya.
Dia menjelaskan penataan harus dirancang bersama pimpinan perguruan tinggi untuk merumuskan konsep pengembangan kawasan secara terintegrasi.
teman perguruan tinggi untuk merumuskan secara bersama-sama karena itu kawasan pendidikan, sehingga merumuskan cara bersama bagaimana menata kawasan itu sebagai kawasan pendidikan terpadu, ujar Dedi.
Ia menyebut keberadaan sejumlah perguruan tinggi tersebut menjadikan Jatinangor sebagai simpul strategis pendidikan tinggi di Jawa Barat, dengan ragam disiplin ilmu mulai dari teknik, pemerintahan, hingga ilmu sosial yang saling melengkapi dalam satu kawasan.
Dedi menambahkan, pihak pemerintah siap mendukung pembiayaan yang dibutuhkan dalam proses penataan kawasan Jatinangor tersebut.
"saya meminta pada rektor-rektor itu, silakan berkumpul, silakan rumuskan kawasan itu secara bersama-sama. Nanti kita hitung pembiayaannya," tambahnya.
Sejalan dengan itu, Pemprov Jabar menilai penataan tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga harus mencakup penataan ruang, infrastruktur, dan sistem mobilitas kawasan agar aktivitas pendidikan dapat berjalan lebih aman dan efisien.
KDM menegaskan, salah satu persoalan yang harus segera dibenahi adalah tingginya aktivitas kendaraan yang kerap mengganggu keselamatan pejalan kaki, khususnya mahasiswa di lingkungan kampus.
Jangan sampai di kawasan perguruan tinggi, nyebrang saja tidak bisa karena kendaraan besar. Nah itu kan harus dibuat, tegasnya.
benar berkembang sebagai Kota Pelajar yang berdaya saing.