Otomotif Diterbitkan: 15 Apr 2026

Kamera Tilang Baru Ini Bikin Pengemudi Tak Berkutik

Kamera Tilang Baru Ini Bikin Pengemudi Tak Berkutik

PLAZNEWS — VIVA Perkembangan teknologi kembali mengubah wajah penegakan hukum di jalan raya. Kini, kehadiran kamera tilang elektronik generasi terbaru membuat para pengemudi semakin sulit mengelak dari pelanggaran yang mereka lakukan.

Sebuah inovasi baru dalam penegakan aturan lalu lintas tengah diterapkan di negara bagian Colorado, Amerika Serikat. Berbeda dari kamera tilang konvensional, sistem terbaru ini membuat pengemudi semakin sulit menghindari denda, bahkan bagi mereka yang biasanya mengandalkan aplikasi navigasi atau radar detector.

Ilustrasi kamera ETLE Photo : Korlantas Polri

alih mengukur kecepatan kendaraan secara instan di satu titik, kamera ini bekerja dengan metode penghitungan kecepatan rata-rata. Sistem tersebut merekam kendaraan di beberapa titik sepanjang ruas jalan, lalu menghitung waktu tempuh untuk menentukan apakah pengemudi melanggar batas kecepatan.

rata lebih dari 10 mph di atas batas kecepatan akan otomatis dikenai denda sebesar 75 dolar AS.

rata tetap tinggi di sepanjang jalur yang dipantau, pelanggaran tetap tercatat. Inilah yang membuatnya jauh lebih sulit dikelabui dibanding kamera biasa.

Selain itu, denda dikirim langsung ke pemilik kendaraan melalui pos, tanpa harus menghentikan pengemudi di tempat. Karena kamera hanya mengidentifikasi kendaraan melalui pelat nomor, pelanggaran ini tidak menambah poin pada SIM, tetapi tetap wajib dibayar atau diajukan banding dalam waktu tertentu.

Pihak Departemen Transportasi Colorado (CDOT) menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan untuk menghukum, melainkan meningkatkan keselamatan. Data awal menunjukkan hasil signifikan: tingkat pelanggaran kecepatan di area tersebut turun hingga sekitar 90 persensejak masa uji coba dimulai.

Meski demikian, sistem ini juga menuai perhatian karena dianggap lebih sulit diantisipasi, bahkan oleh pengguna aplikasi seperti Waze. Banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam zona pengawasan sepanjang beberapa kilometer, bukan hanya di satu titik kamera.

Rekomendasi Terkait