Jawa Barat 03 May 2026

KDM: Sumedang titik awal Milangkala Tatar Sunda berbasis fakta

KDM: Sumedang titik awal Milangkala Tatar Sunda berbasis fakta

PLAZNEWS — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menjelaskan penetapan Sumedang sebagai titik awal pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda berlandaskan pada jejak sejarah yang masih dapat ditelusuri secara fisik.

Dedi dalam kunjungannya di Sumedang, Sabtu, mengatakan bahwa penetapan Sumedang tidak bersifat administratif semata, melainkan didasarkan pada fakta keberadaan Mahkota Binokasih yang ada di Sumedang.

Penetapan berlandaskan karena Mahkota Binokasih itu di Sumedang. Jadi jejak sejarah yang ada dalam wujud itu di Sumedang. Kalau yang lain kan kebanyakan narasi, cerita. Saya ingin berangkat dari fakta, bukan mitologi, ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Mahkota Binokasih menjadi salah satu penanda penting dalam membaca kembali perjalanan sejarah Kerajaan Sunda yang masih meninggalkan jejak kebendaan.

Menurut KDM, dalam lintasan sejarahnya Kerajaan Sunda memiliki rangkaian perjalanan dari Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang yang menjadi bagian dari kesinambungan peradaban di Tatar Sunda.

Pakuan, Pajajaran dalam sejarahnya mengalami serangan, kemudian terjadi pembakaran terhadap kerajaan. Lalu ada proses penitipan pusaka ke Sumedang Larang, katanya.

Ia menegaskan bahwa posisi Sumedang Larang dalam perjalanan sejarah tersebut membuat wilayah itu memiliki keterkaitan kuat dengan jejak Kerajaan Sunda yang masih dapat ditelusuri hingga kini.

Mahkota Binokasih sendiri selama ini dipandang sebagai artefak budaya yang merepresentasikan perjalanan sejarah tersebut, sekaligus menjadi simbol utama dalam pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda.

KDM menyebut bahwa hasil kajian tersebut juga berlandaskan akademik dari perguruan tinggi turut memperkuat nilai sejarah dari Mahkota Binokasih sebagai bagian dari kebendaan yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Sunda.

nilai tradisi yang masih hidup di masyarakat.

Dari tata nilai musik misalnya itu melambangkan kelembutan. Dari tata nilai pakaian, kita ini sudah lama memiliki passion yang sangat tinggi. Pakaian bernuansa kerajaan itu kan sebenarnya fashionable, ujarnya.

KDM juga menegaskan penetapan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda rutin diharapkan menjadi upaya menghubungkan kembali mata rantai sejarah tersebut sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Sunda.

Sementara itu, Bupati SumedangDony Ahmad Munirmengatakan penetapan Sumedang sebagai titik awal Milangkala Tatar Sunda menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat daerah.

Ini sebuah perhelatan yang luar biasa, sarat akan makna bagaimana sebuah Milangkala menjadi cerita sejarah dan kompas bagi masa depan Jawa Barat, dan Sumedang di dalamnya, ujarnya

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga ruang untuk menguatkan kembali identitas sejarah masyarakat Sunda di Sumedang.

Rekomendasi Terkait