PLAZNEWS — Dinas Pendidikan Kota Bandung membuka posko aduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 guna mempermudah masyarakat dalam menyelesaikan berbagai kendala selama proses pendaftaran sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Edy Suparjoto mengatakan layanan terpadu tersebut disiapkan sebagai solusi satu pintu bagi calon peserta didik dan orang tua yang mengalami permasalahan administrasi maupun membutuhkan konsultasi terkait pelaksanaan SPMB.
Layanan terpadu ini melibatkan sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Sosial, kata Edy di Bandung di Bandung, Selasa.
Menurut dia, kolaborasi lintas perangkat daerah tersebut memungkinkan masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan dokumen dalam satu lokasi layanan.
Misalnya KK rusak atau perlu diperbarui, akta kelahiran belum dibuat, atau ada perubahan data keluarga, bisa langsung ke meja Disdukcapil. Begitu juga dengan masyarakat yang membutuhkan verifikasi data bantuan sosial, bisa langsung dilayani oleh Dinas Sosial, ujarnya.
Selain layanan administrasi, Dinas Pendidikan juga menyediakan pendampingan terkait pemilihan sekolah, pemahaman jalur penerimaan, hingga mekanisme seleksi yang berlaku dalam SPMB 2026.
Edy mengungkapkan sebagian besar keluhan yang diterima berkaitan dengan proses pendataan dan kendala masuk ke sistem akibat data kependudukan yang belum sinkron.
Selain itu, banyak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk berkonsultasi mengenai peluang masuk sekolah, katanya.
Menurut dia, layanan terpadu SPMB telah dibuka sejak masa pendataan pada 11 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 28 Juni 2026 atau setelah seluruh tahapan pendaftaran selesai dilaksanakan.
Edy mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jasa meloloskan calon siswa ke sekolah tertentu melalui jalur tidak resmi.
Jangan percaya kepada calo SPMB. Semua proses dilakukan secara transparan dan berbasis sistem. Lengkapi syarat, pahami jalur, dan pilih peluang yang paling besar, katanya.
Ia mengajak seluruh warga Kota Bandung yang mengalami kendala selama proses SPMB untuk memanfaatkan layanan terpadu yang telah disediakan pemerintah.