Bisnis 02 May 2026

Laba Bersih Bank Neo Commerce Meningkat, CAR Ikut Terdongkrak

Laba Bersih Bank Neo Commerce Meningkat, CAR Ikut Terdongkrak

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA PT Bank Neo Commerce Tbk mengawali 2026 dengan kinerja stabil dan konsisten, dengan membukukan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar di kuartal I 2026.

Angka ini melanjutkan tren kinerja yang positif sejak tahun lalu. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp13,42 triliun, terkontraksi sebesar 1,97 persen dari Rp13,69 triliun pada kuartal I 2025.

Terkait komposisi DPK, terjadi peningkatan pada tabungan sebesar 8,62 persen dari Rp3,22 triliun pada kuartal I 2025 menjadi Rp3,50 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Sedangkan, deposito mengalami kontraksi sebesar 2,18 persen dari Rp9,56 triliun di kuartal I tahun lalu menjadi Rp9,35 triliun pada kuartal I 2026.

Hal tersebut selaras dengan strategi bank untuk terus meningkatkan komposisi dana murah dengan meningkatkan kapabilitas transaksi, yang menghasilkan CASA rasio di 30,34 persen pada akhir kuartal I 2026.

Kredit yang disalurkan Bank Neo Commerce pada 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp7,03 triliun, mengalami kontraksi sebesar 17,24 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,49 triliun.

BNC senantiasa menjaga kualitas kredit dimana Nonperforming Loan (NPL) netto per 31 Maret 2026 tetap terjaga, sebesar 0,43 persen.

hati dan memperkuat ekosistem digital, kata Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, Sabtu, 2 Mei 2026.

Dari sisi total aset, pada posisi 31 Maret 2026, mengalami peningkatan sebesar 0,94 persen, dari Rp18,17 triliun pada akhir Maret 2025, menjadi Rp18,34 triliun di Maret 2026.

Sedangkan, dari sisi efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per 31 Maret 2026 berada di posisi 83,68 persen.

Sementara Cost to Income ratio (CIR) tercatat sebesar 32,93 persen, dan Net Interest Margin (NIM) berada di posisi 13,50 persen.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 50,60 persen, meningkat signifikan dibandingkan 35,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan laba bersih.

Rasio CAR yang cukup tinggi ini menandakan bank memiliki permodalan yang kuat, yang didukung juga dengan kondisi likuiditas bank yang memadai, sehingga memungkinkan bank untuk melakukan ekspansi bisnis di tengah gejolak ekonomi yang dinamis serta mencerminkan perbaikan manajemen risiko.

Rekomendasi Terkait