Bisnis Diterbitkan: 15 Apr 2026

Laba BTN Tembus Rp 1,1 Triliun, Kredit Perumahan Jadi Penopang

Laba BTN Tembus Rp 1,1 Triliun, Kredit Perumahan Jadi Penopang

PLAZNEWS — Permintaan hunian yang tinggi menjaga kinerja BTN tetap positif.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengantongi laba bersih Rp 1,1 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini tumbuh 22,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 904 miliar. Kenaikan laba tersebut ditopang kinerja kredit yang terus ekspansif, terutama di sektor perumahan yang menjadi bisnis utama perseroan. Hingga Maret 2026, total kredit BTN mencapai Rp 400,63 triliun atau naik 10,3 persen secara tahunan. Baca Juga BTN Kembali Gelar JAKIM 2026, Putaran Ekonomi Diproyeksi Tembus Rp200 Miliar BTN Resmikan Loan Factory Berbasis Sistem Terpusat Luncurkan Loan Factory, BTN Pangkas Waktu Proses KPR Penyaluran kredit masih didominasi oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Untuk KPR subsidi, nilainya mencapai Rp 193,55 triliun atau tumbuh 7,7 persen. Sementara KPR nonsubsidi tercatat Rp 112,56 triliun, naik 5,4 persen. Direktur Finance & Strategy BTN, Nofry Rony Poetra, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan permintaan hunian yang tetap kuat, khususnya dari masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Ini menunjukkan bisnis inti BTN tetap kuat, sekaligus mempertegas peran kami dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, ujarnya dalam taklimat media paparan kinerja kuartal I 2026 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dari sisi pendanaan, BTN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 422,63 triliun atau naik 9,9 persen. Porsi dana murah (current account saving account/CASA) terus meningkat hingga mencapai 50,2 persen dari total DPK. Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas. - (Edwin Putranto/Republika) Perbaikan struktur dana ini membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen. Efisiensi tersebut ikut mendorong profitabilitas perseroan. Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengantongi laba bersih Rp 1,1 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini tumbuh 22,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 904 miliar.

Kenaikan laba tersebut ditopang kinerja kredit yang terus ekspansif, terutama di sektor perumahan yang menjadi bisnis utama perseroan. Hingga Maret 2026, total kredit BTN mencapai Rp 400,63 triliun atau naik 10,3 persen secara tahunan. Baca Juga BTN Kembali Gelar JAKIM 2026, Putaran Ekonomi Diproyeksi Tembus Rp200 Miliar BTN Resmikan Loan Factory Berbasis Sistem Terpusat Luncurkan Loan Factory, BTN Pangkas Waktu Proses KPR Penyaluran kredit masih didominasi oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Untuk KPR subsidi, nilainya mencapai Rp 193,55 triliun atau tumbuh 7,7 persen. Sementara KPR nonsubsidi tercatat Rp 112,56 triliun, naik 5,4 persen. Direktur Finance & Strategy BTN, Nofry Rony Poetra, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan permintaan hunian yang tetap kuat, khususnya dari masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Ini menunjukkan bisnis inti BTN tetap kuat, sekaligus mempertegas peran kami dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, ujarnya dalam taklimat media paparan kinerja kuartal I 2026 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dari sisi pendanaan, BTN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 422,63 triliun atau naik 9,9 persen. Porsi dana murah (current account saving account/CASA) terus meningkat hingga mencapai 50,2 persen dari total DPK. Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas. - (Edwin Putranto/Republika) Perbaikan struktur dana ini membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen. Efisiensi tersebut ikut mendorong profitabilitas perseroan. Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

Kenaikan laba tersebut ditopang kinerja kredit yang terus ekspansif, terutama di sektor perumahan yang menjadi bisnis utama perseroan. Hingga Maret 2026, total kredit BTN mencapai Rp 400,63 triliun atau naik 10,3 persen secara tahunan.

Penyaluran kredit masih didominasi oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Untuk KPR subsidi, nilainya mencapai Rp 193,55 triliun atau tumbuh 7,7 persen. Sementara KPR nonsubsidi tercatat Rp 112,56 triliun, naik 5,4 persen. Direktur Finance & Strategy BTN, Nofry Rony Poetra, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan permintaan hunian yang tetap kuat, khususnya dari masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Ini menunjukkan bisnis inti BTN tetap kuat, sekaligus mempertegas peran kami dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, ujarnya dalam taklimat media paparan kinerja kuartal I 2026 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dari sisi pendanaan, BTN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 422,63 triliun atau naik 9,9 persen. Porsi dana murah (current account saving account/CASA) terus meningkat hingga mencapai 50,2 persen dari total DPK. Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas. - (Edwin Putranto/Republika) Perbaikan struktur dana ini membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen. Efisiensi tersebut ikut mendorong profitabilitas perseroan. Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

Penyaluran kredit masih didominasi oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Untuk KPR subsidi, nilainya mencapai Rp 193,55 triliun atau tumbuh 7,7 persen. Sementara KPR nonsubsidi tercatat Rp 112,56 triliun, naik 5,4 persen.

Direktur Finance & Strategy BTN, Nofry Rony Poetra, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan permintaan hunian yang tetap kuat, khususnya dari masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Ini menunjukkan bisnis inti BTN tetap kuat, sekaligus mempertegas peran kami dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, ujarnya dalam taklimat media paparan kinerja kuartal I 2026 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dari sisi pendanaan, BTN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 422,63 triliun atau naik 9,9 persen. Porsi dana murah (current account saving account/CASA) terus meningkat hingga mencapai 50,2 persen dari total DPK. Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas. - (Edwin Putranto/Republika) Perbaikan struktur dana ini membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen. Efisiensi tersebut ikut mendorong profitabilitas perseroan. Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

Direktur Finance & Strategy BTN, Nofry Rony Poetra, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan permintaan hunian yang tetap kuat, khususnya dari masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Ini menunjukkan bisnis inti BTN tetap kuat, sekaligus mempertegas peran kami dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, ujarnya dalam taklimat media paparan kinerja kuartal I 2026 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dari sisi pendanaan, BTN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 422,63 triliun atau naik 9,9 persen. Porsi dana murah (current account saving account/CASA) terus meningkat hingga mencapai 50,2 persen dari total DPK. Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas. - (Edwin Putranto/Republika) Perbaikan struktur dana ini membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen. Efisiensi tersebut ikut mendorong profitabilitas perseroan. Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

Ini menunjukkan bisnis inti BTN tetap kuat, sekaligus mempertegas peran kami dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, ujarnya dalam taklimat media paparan kinerja kuartal I 2026 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dari sisi pendanaan, BTN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 422,63 triliun atau naik 9,9 persen. Porsi dana murah (current account saving account/CASA) terus meningkat hingga mencapai 50,2 persen dari total DPK. Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas. - (Edwin Putranto/Republika) Perbaikan struktur dana ini membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen. Efisiensi tersebut ikut mendorong profitabilitas perseroan. Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

Dari sisi pendanaan, BTN juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 422,63 triliun atau naik 9,9 persen. Porsi dana murah (current account saving account/CASA) terus meningkat hingga mencapai 50,2 persen dari total DPK.

Karyawan beraktivitas di BTN Loan Factory Bekasi Jawa Barat, Senin (13/4/2026). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Loan Factory untuk memangkas proses pengajuan KPR menjadi lebih singkat. Sistem ini ditargetkan memangkas waktu proses dari rata-rata enam hari kerja. Transformasi ini menjadi langkah BTN mempercepat ekspansi kredit tanpa mengorbankan kualitas. - (Edwin Putranto/Republika) Perbaikan struktur dana ini membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen. Efisiensi tersebut ikut mendorong profitabilitas perseroan. Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

Perbaikan struktur dana ini membuat biaya dana (cost of fund) turun menjadi 3 persen dari sebelumnya 4 persen. Efisiensi tersebut ikut mendorong profitabilitas perseroan.

Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

Sejalan dengan itu, total aset BTN meningkat menjadi Rp 517,54 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan.

Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen. BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

Di sisi lain, transformasi digital mulai memberikan dampak. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak menjadi 4 juta atau naik 67,5 persen dibandingkan tahun lalu. Nilai transaksi juga tumbuh signifikan hingga 48,2 persen.

BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan. Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika

BTN menilai kombinasi ekspansi kredit perumahan, efisiensi pendanaan, serta penguatan layanan digital menjadi kunci pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Ke depan, lanjut dia, perseroan optimistis kinerja tetap terjaga seiring tingginya kebutuhan rumah dan berlanjutnya dukungan pemerintah di sektor perumahan.

Rekomendasi Terkait