PLAZNEWS — Film terbaru garapan sutradara Edwin meluncurkan original soundtrack (OST) bertajuk "Kepala, Pundak, Kerja Lagi" yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Sal Priadi. Lagu ini diproyeksikan menjadi lagu penyemangat atau anthem bagi para pekerja yang harus berjuang menghadapi lembur dan kelelahan dalam rutinitas profesi mereka.
Proses terciptanya lagu ini bermula dari kebutuhan sebuah adegan film yang mengharuskan tokoh Rudi, karakter yang diperankan oleh Sal Priadi, untuk bernyanyi sambil bermain gitar. Setelah melalui diskusi mendalam antara Edwin dan Sal, fragmen musik dalam adegan tersebut kemudian dikembangkan secara utuh menjadi lagu tema resmi untuk film ini.
Sal Priadi mengungkapkan bahwa lirik dan nuansa lagu ini lahir dari pengalaman personalnya sebelum terjun ke dunia musik. Ia pernah berkarier di sebuah agensi pemasaran digital, di mana ia merasakan sendiri kepenatan dan dinamika kerja lembur yang melelahkan.
Baginya, tidak ada perbedaan signifikan antara bekerja di kantor maupun di industri musik dalam hal jam kerja. "Dulu juga sering lembur, dan musik jadi tempat refreshing. Meski begitu, kerja di musik juga tetap lembur, bahkan rasanya tidak ada jam kerja yang jelas. Jadi sebenarnya semua pekerjaan itu mirip," ungkap Sal Priadi mengenang masa lalunya.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
Dalam memproduksi lagu ini, Sal Priadi menggandeng Atilasya sebagai produser musik dengan latar belakang elektronik. Keputusan ini diambil karena lagu tersebut membutuhkan pendekatan eksplorasi bunyi, spektrum, dan frekuensi yang spesifik guna mewakili suasana dalam film yang telah ditentukan.
Keduanya melakukan lokakarya untuk menciptakan detail suara yang unik, termasuk elemen bunyi "besi" atau industrial. Salah satu aspek menarik dalam lagu ini adalah penggunaan suara derap langkah kaki Rachel Amanda yang diolah sedemikian rupa untuk membangun tekstur suara yang kaya dan memberikan sensasi mendalam bagi pendengarnya.
Pengerjaan lagu "Kepala, Pundak, Kerja Lagi" memakan waktu sekitar satu setengah bulan. Selama periode tersebut, tim produksi terus berdiskusi dengan Edwin untuk memastikan bahwa setiap nada dan lirik mampu menangkap esensi cerita serta pesan yang ingin disampaikan dalam film.
Meski seluruh pemeran film memiliki kemampuan vokal yang mumpuni, pemilihan Atilasya sebagai rekan kolaborasi murni didasarkan pada kesesuaian jadwal dan kebutuhan teknis produksi. Kolaborasi yang berjalan lancar ini berhasil menghasilkan karya yang dinilai selaras dengan alur cerita film yang diwakilinya.
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)