PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Kontroversi penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 berbuntut panjang. Pembawa acara acara tersebut, Shindy Lutfiana, kini mengaku harus kehilangan pekerjaan usai namanya ramai dihujat warganet di media sosial.
Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Shindy mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran kemarahan publik setelah ucapannya saat menangani protes peserta viral di internet. Akibat polemik tersebut, ia mengaku terkena dampak langsung terhadap pekerjaannya sebagai MC pernikahan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Ketika aku membaca ribuan komentar dari netizan, hampir semua isinya hujatan untuk aku, semua kata-kata isi kebun binatang keluar, sumpah serapah aku terima, sampai seruan boykot Shindy MC. Dan sampai akhirnya memang benar-benar semua harapan dan tuntutan netizen terwujud, aku hilang pekerjaan," tulis Shindy, dikutip Kamis 14 Mei 2026.
Shindy mengatakan dirinya berusaha menerima situasi itu dengan lapang dada. Ia menyadari posisi sebagai pemandu acara membuat dirinya ikut menanggung konsekuensi dari kegaduhan yang terjadi di kompetisi tersebut.
"Aku bisa menerima itu semua dengan tabah, sabar, ini memang resiko yang harus aku terima atas kesalahanku. Tapi tidak ada yang lebih menyakitkan dalam kejadian ini, ketika aku melihat dari teman-teman sejawat seprofesiku memanfaatkan moment "jatuhnya aku sekarang" untuk menghakimiku bahkan merayakannya," lanjutnya.
Sebelumnya, final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan usai beredar video kontroversial terkait keputusan juri. Dalam tayangan yang viral, Regu C dari SMA Negeri 1 Pontianak dianggap menjawab benar pertanyaan mengenai pemilihan anggota BPK, namun justru mendapat pengurangan nilai minus lima.
Tak lama kemudian, pertanyaan yang sama dilempar kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa justru dianggap benar dan diberi nilai sempurna.
Keputusan itu langsung diprotes peserta Regu C yang merasa jawaban mereka tidak berbeda. Polemik makin memanas setelah pihak panitia memberikan penjelasan bahwa pengurangan nilai terjadi karena artikulasi jawaban peserta dianggap kurang jelas.
Di tengah situasi tersebut, ucapan Shindy saat menanggapi keberatan peserta ikut menjadi perhatian publik. Kalimat, "Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja," memicu gelombang kritik karena dinilai kurang menunjukkan empati kepada peserta yang memprotes hasil penilaian.