PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Banyak orang mengira bahwa kenaikan gaji ataupendapatan secara otomatis akan membuat kondisi keuangan menjadi lebih stabil. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit yang tetap merasa kekurangan meskipun gaji sudah meningkat.
Fenomena ini dalam ilmu ekonomi perilaku dikenal sebagai hedonic treadmill, yaitu kondisi ketika tingkat kebahagiaan dan kepuasan seseorang cenderung kembali ke titik awal setelah perubahan terjadi.
Melansir dari Science Direct, Rabu, 6 Mei 2026, konsep tersebut menjelaskan bahwa manusia memiliki kemampuan adaptasi yang sangat cepat terhadap kondisi baru. Ketika penghasilan meningkat, rasa senang biasanya hanya bersifat sementara.
Setelah beberapa waktu, standar hidup ikut menyesuaikan sehingga kondisi tersebut terasa normal kembali. Akibatnya, efek positif dari kenaikan pendapatan tidak bertahan lama dalam persepsi keseharian.
Bagaimana Hedonic Treadmill Bekerja dalam Kehidupan Sehari Hari?
Dalam kehidupan nyata, hedonic treadmill terlihat dari perubahan gaya hidup setelah seseorang mendapatkan kenaikan gaji. Awalnya, tambahan penghasilan mungkin digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan yang selama ini tertunda.
Namun seiring waktu, pengeluaran baru mulai terbentuk, seperti langganan layanan digital, peningkatan konsumsi, atau gaya hidup yang lebih mahal.
Pada titik ini, pengeluaran bulanan ikut naik dan secara tidak sadar menyerap sebagian besar tambahan pendapatan. Kondisi keuangan akhirnya kembali terasa ketat seperti sebelumnya, meskipun secara nominal penghasilan sudah meningkat.
Salah satu aspek utama dalam hedonic treadmill adalah adaptasi emosional. Otak manusia tidak mempertahankan rasa bahagia atau puas dalam intensitas yang sama dalam jangka panjang. Setelah stimulus baru dianggap sebagai kebiasaan, respons emosional terhadap kondisi tersebut akan menurun.
Dalam konteks keuangan, hal ini berarti kenaikan gaji tidak lagi memberikan dampak emosional yang sama setelah beberapa waktu. Apa yang awalnya terasa sebagai peningkatan signifikan, perlahan berubah menjadi standar baru yang dianggap biasa.
Efek lanjutan dari hedonic treadmill adalah meningkatnya kecenderungan untuk menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan baru. Tanpa disadari, seseorang mulai merasa bahwa gaya hidup yang lebih tinggi adalah hal yang wajar. Proses ini sering terjadi secara bertahap sehingga sulit disadari secara langsung.