Bisnis 22 May 2026

Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,1% Hari Ini

Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,1% Hari Ini

PLAZNEWS — di tengah aksi jual investor asing pada sesi pertama perdagangan.

IHSG ditutup naik 1,10% atau bertambah 67,11 poin ke level 6.162,05.

Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.171,97 dan terendah di 5.966,86. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp20,01 triliun dengan volume perdagangan 37,08 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,93 juta kali.

Sebanyak 466 saham menguat, 271 melemah, dan 222 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.635 triliun.

Meski IHSG ditutup di zona hijau, investor asing masih membukukan aksi jual bersih pada sesi pertama perdagangan sebesar Rp340,5 miliar di seluruh pasar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham dengannet sellasing terbesar.

Berdasarkan data Refinitiv, sektorbahan baku menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 3,38%, disusul industri 2,21%,properti 1,10%, serta konsumer non-primer 1,03%. Sebaliknya, sektorutilitas turun 1,48%.

Dari sisi penggerak indeks, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 14,17 poin terhadap IHSG. Disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA group) sebesar 12,38 poin dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 9,76 poin.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut menopang indeks dengan kontribusi 7,84 poin, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 7,22 poin.

Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG datang dari saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang mengurangi indeks sebesar 8,35 poin. Saham PT Astra International Tbk (ASII) menekan 7,98 poin dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membebani 7,55 poin.

dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menjadi penekan indeks.

panjang.

"Yang penting secara menengah ke depannya long run-nya akan baik," kata Rosan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Jumat (22/5/2026).

saham BUMN yang sebetulnya masih terus menunjukkan kinerja yang solid.

"BUMN kami seperti bank-bank Himbara kalau kita lihat justru performance-nya meningkat, yield-nya juga di atas 10-11%. Jadi kalau saya senang bicara secara statistik, data gitu ya," tegas Rosan.

Rekomendasi Terkait