Bisnis 06 May 2026

Perluas Pasar Ekspor, Airlangga Dorong Barang RI Masuk Eropa Bebas Pajak di 2027

Perluas Pasar Ekspor, Airlangga Dorong Barang RI Masuk Eropa Bebas Pajak di 2027

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, pemerintah bakal terus mendorong pembukaan pasar ekspor baru termasuk ke Uni Eropa, guna menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Perluasan pasar global diakuinya menjadi salah satu strategi pemerintah, dalam merespons perlambatan ekspor dan dinamika ekonomi dunia.

langkah pemerintah terkait dengan ekspor, dalam (situasi) ketidakpastian ini, salah satunya adalah membuka pasar lebih luas, kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto Photo : Biro Pers Sekretariat Presiden

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah berkomunikasi dengan Uni Eropa, guna mendorong proses ratifikasi perjanjian perdagangan agar dapat berjalan sesuai lini masa yang diharapkan. Menurutnya, proses tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian teknis, termasuk penerjemahan dokumen ke 22 bahasa.

Kalau ini bisa selesai, kita berharap 1 Januari tahun depan pasar Eropa bisa terbuka dengan bea masuk nol, ujarnya.

Airlangga menambahkan, pembukaan akses pasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Selain Uni Eropa, pemerintah juga mendorong pemanfaatan kerja sama perdagangan dengan negara lain, termasuk Kanada.

Dia menyebut, Indonesia telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Kanada yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas ekspor.

Dengan adanya ketidakpastian antara Kanada dengan berbagai negara lain, maka peran Indonesia semakin penting dan ini juga akan mulai dilihat beberapa produk yang bisa masuk ke Kanada, kata Airlangga.

Dia menambahkan, kerja sama ekonomi dengan Inggris juga tengah didorong menuju FTA, atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Selain itu, pemerintah bersama negara ASEAN juga membahas penguatan ketahanan energi dan pangan di kawasan, dalam ASEAN Economic Ministerial Meeting.

negara ASEAN terhadap krisis energi dan pangan, termasuk Strategic Petroleum Reserve dan cadangan pangan kawasan.

"Penguatan cadangan pangan juga penting untuk menghadapi ketidakpastian tambahan akibat faktor cuaca seperti El Nino," ujarnya. (Ant).

Rekomendasi Terkait