Bisnis 04 May 2026

Perusahaan Kosmetik Ini PHK 10.000 Karyawan, Ada Apa?

Perusahaan Kosmetik Ini PHK 10.000 Karyawan, Ada Apa?

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Perusahaan kosmetik asal Amerika Serikat, Este Lauder, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran hingga 10.000 karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis global. Langkah ini disebut sebagai upaya perusahaan memulihkan kinerja keuangan sekaligus menjajaki kesepakatan dengan grup asal Spanyol, Puig.

Dalam pengumuman terbarunya, perusahaan menyebutkan jumlah PHK akan berada di kisaran 9.000 hingga 10.000 karyawan. Angka ini meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan rencana awal yang telah disampaikan sebelumnya.

Pengurangan tenaga kerja tersebut setara dengan sekitar 15 persen dari total karyawan grup. Sebagian besar pemangkasan, yakni lebih dari 70 persen, terjadi pada posisi demonstrasi produk di titik penjualan.

Selain itu, biaya restrukturisasi yang pertama kali diumumkan pada akhir 2023 kini meningkat menjadi US$1,7 miliar atau setara Rp28,9 triliun. Program penyesuaian ini dijadwalkan berlangsung sepanjang 2026.

Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari strategi reorganisasi perusahaan yang ditargetkan mulai memberikan hasil signifikan pada 2027. Este Lauder memperkirakan program tersebut dapat menghasilkan laba kotor tahunan sebelum pajak hingga 1,2 miliar atau Rp24,4 triliun.

Di tengah rencana PHK besar tersebut, perusahaan justru mencatatkan perbaikan kinerja keuangan. Untuk sembilan bulan pertama tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret, Este Lauder membukukan penjualan sebesar US$11,422 miliar atau setara Rp194,1 triliun, naik 4,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan juga berhasil membalikkan kondisi dari rugi menjadi untung. Este Lauder mencatat laba operasional sebesar US$819 juta atau setara Rp13,9 triliun, dibandingkan kerugian operasional sebesar US$395 juta atau sekitar Rp6,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$298 juta atau setara Rp5,06 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun fiskal. Angka ini berbanding terbalik dengan kerugian bersih sebesar US$587 juta atau sekitar Rp9,98 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

hati terhadap kondisi geopolitik dan ekonomi global, termasuk konflik di Timur Tengah.

Rekomendasi Terkait