Teknologi 04 May 2026

Potongan Aplikator 8% Tak Buat Pendapatan Ojol Naik

Potongan Aplikator 8% Tak Buat Pendapatan Ojol Naik

PLAZNEWS — Selular.id Penurunan biaya potongan administrasi dari aplikator ojek online tidak langsung membuat pendapatan pengemudi ojek online atau ojol meningkat.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto ingin turunkan biaya potongan aplikator ojek online dari yang sebelumnya 20% menjadi sekitar 8%.

Nailul Huda berpendapat, penurunan potongan ke aplikator tersebut tidak menambah pendapatan pengemudi selama sistem biaya perjalanan menganut sistem biaya tetap atau fixed cost.

Sistem fixed cost, lanjut Huda, diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 1001 Tahun 2022.

Dia mengungkapkan, perubahan potongan ke aplikator hanya mengurangi pendapatan aplikator tanpa meningkatkan pendapatan pengemudi.

Dengan skema fixed cost ini, kenaikan pendapatan pengemudi terkunci. Ketika ingin menaikkan pendapatan, maka yang harus dilakukan adalah kenaikan tarif biaya perjalanan, ujar Huda.

Jadi penurunan potongan ke platform tidak menambah pendapatan pengemudi, selama sistem biaya perjalanan adalah fixed cost, tegas dia.

Huda mencatat bahwa dalam skema pembayaran di sistem transportasi daring terdapat dua harga.

Pertama, harga konsumen, yaitu harga konsumen terdiri dari biaya perjalanan ditambah biaya aplikator dan biaya lainnya.

Kedua, harga ke pengemudi yang hanya mewakili komponen biaya perjalanan.

Apakah potongan ini hanya mengatur biaya perjalanan, hanya untuk pengemudi, atau biaya konsumen? Karena kenapa terlihat lebih dari 20%, karena ada biaya platform yang dibayarkan konsumen dan disetor lewat pengemudi, ungkap dia.

Jika aplikator kehilangan pendapatan efek dari penurunan potongan tersebut, Huda memprediksi diskon yang diberikan ke penumpang akan berkurang.

Alhasil, minat pengguna bisa turun dan pendapatan agregat pengemudi terkoreksi.

Kecuali penumpang sudah tidak bergantung pada promo lagi, saya rasa pendapatan pengemudi bisa naik, ucap dia.

Dengan begitu, Huda menyarankan agar skema fixed cost perlu mengalami penyesuaianyakni platform menarik potongan bukan dengan skema persentase, melainkan tarif tetap dengan skema voucher atau tiket.

Bagi Huda, besaran harga tiket tersebut perlu dibahas lebih lanjut antara pengemudi dengan aplikator.

Namun, dirinya memandang skema tersebut bisa menguntungkan pengemudi karena besaran potongan tetap.

Dengan cara ini bisa menguntungkan pengemudi karena besaran potongan tetap. Voucher juga semakin banyak yang dibeli maka semakin murah harganya bagi pengemudi. Namun ini hanya sebatas ide saja, tegas Huda.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menginginkan potongan tarif bagi pengemudi ojek daring atau online diturunkan menjadi 8% dari sebelumnya sekitar 20%, yang ia ungkapkan ketika berpidato memperingati Hari Buruh di Monas.

Menurut Prabowo, pemerintah baru saja melahirkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Regulasi ini menjadi dasar perubahan presentase bagi hasil pendapatan yang diterima mitra ojol dengan pengelola platform dari 20:80 menjadi 8:92.

Gimana ojol setuju 20%? 15%? Berapa? 10%? kalian minta 10? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10%. Harus di bawah 10%, ucap Prabowo.

dia (aplikator) yang dapet duit, tandasnya.

REDAKSI/BISNIS Jl. Amil No.28i RT.2 RW.5, Kelurahan Kalibata Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12740 E-mail : redaksi@selular.co.id

Rekomendasi Terkait