PLAZNEWS — Nama Yao Anna mulai sering muncul dalam perbincangan industri hiburan China sejak ia resmi debut sebagai artis. Bukan hanya karena latar belakang keluarganya yang terkenal, tetapi juga karena langkahnya yang cukup berani meninggalkan jalur akademik elite untuk mengejar karier di dunia entertainment.
Dikenal sebagai sosok multitalenta dengan pendidikan tinggi dan kemampuan seni yang kuat, Yao Anna menghadirkan image berbeda sebagai idol generasi baru. Perjalanannya memperlihatkan bagaimana ambisi pribadi dan passion seni bisa berjalan berdampingan dengan latar belakang keluarga besar teknologi dunia.
Yao Anna, yang memiliki nama asli Yao Siwei, lahir pada 14 Januari 1998 di Kunming, China. Saat berusia delapan bulan, ia pindah ke Shenzhen dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan akademik sekaligus seni.
Sejak kecil, ia sudah belajar piano, kaligrafi, musik, dan lukisan tradisional. Ketertarikannya pada balet muncul di usia sembilan tahun dan kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
profesional di Shanghai Jinbaolong Ballet Classroom pada usia 15 tahun. Ia bahkan tampil dalam pertunjukan balet klasik seperti Swan Lake dan The Sleeping Beauty.
Selain itu, ia mengikuti berbagai program pelatihan musim panas di sekolah balet internasional, termasuk Washington Ballet School dan American Ballet Theatre. Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika ia mencapai level tertinggi Royal Academy of Dance di usia muda.
Pada tahun 2016, Yao Anna diterima di Harvard University dengan skor ACT sempurna. Ia mengambil jurusan Computer Science dan Statistics, menunjukkan sisi akademiknya yang sama kuat dengan kemampuan seni.
computer interface. Ia juga aktif sebagai Finance Director di Harvard College China Forum, memperlihatkan kemampuan kepemimpinan sejak muda.
Yao Anna resmi debut sebagai penyanyi pada 14 Januari 2021 di bawah TH Entertainment. Single pertamanya berjudul Back Fire dirilis di bulan yang sama, menandai langkah awalnya di industri musik.
Debutnya turut diperkenalkan lewat pemotretan fashion Harpers Bazaar China, video musik, serta dokumenter berdurasi 17 menit berjudul Princess Who Breaks Rules. Dokumenter tersebut menampilkan perjalanan artistiknya sebagai sosok yang ingin keluar dari ekspektasi publik.
Yao Anna dikenal sebagai putri bungsu Ren Zhengfei, pendiri dan CEO Huawei, serta saudari tiri dari eksekutif Huawei Meng Wanzhou. Karena latar belakang tersebut, ia sering dijuluki sebagai Second Princess of Huawei.
Meski memiliki nama besar keluarga, Yao Anna berusaha membangun identitasnya sendiri di dunia hiburan. Fasih berbahasa Mandarin, Inggris, dan Jepang, ia menunjukkan citra global yang modern sekaligus ambisius sebagai entertainer generasi baru.