Bisnis 07 May 2026

Purbaya Buka Suara Soal Nama Dirjen Bea Cukai Muncul di Dugaan Kasus Korupsi DJBC

Purbaya Buka Suara Soal Nama Dirjen Bea Cukai Muncul di Dugaan Kasus Korupsi DJBC

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara soal munculnya nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Dia mengaku akan terlebih dahulu menelusuri dan memahami proses hukum, yang di dalamnya memunculkan nama salah satu jajarannya di DJBC Kemenkeu tersebut.

"Nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa, saya tidak sampai clear di sana prosesnya seperti apa," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa Photo : [Mohammad Yudha Prasetya]

Mengenai apakah akan ada langkah penonaktifan Djaka sebagai Dirjen Bea Cukai terkait bergulirnya kasus ini, Purbaya mengatakan bahwa pihaknya belum membahas masalah tersebut.

"Kan baru mulai, namanya baru muncul, masa langsung berhenti," ujar Purbaya.

Dia menegaskan bahwa Kemenkeu dalam hal ini akan terlebih dahulu mendalami kasus dugaan korupsi di DJBC tersebut, hingga akhirnya nanti akan diambil tindakan terkait kejelasan dari kasus itu.

"Kita lihat sampai clear sejelas-jelasnya, seperti apa kasus itu. Baru kita akan ambil tindakan," ujarnya.

Diketahui, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan melalui Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menegaskan, pihaknya bakal menghormati proses hukum pengadilan yang melibatkan nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.

Nama Djaka diketahui muncul dalam dakwaan terdakwa sekaligus pemilik Blueray Cargo, John Field. Meski demikian, Budi mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara, kata Budi dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan DJBC, seusai munculnya nama Dirjen Djaka. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan, penyidikan kasus dugaan korupsi di Bea Cukai masih berproses, usai penyidik KPK menemukan sejumlah uang dalam penggeledahan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Rekomendasi Terkait