Bisnis 06 May 2026

Rupiah Menguat ke Rp 17.390 Usai Pemerintah Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

Rupiah Menguat ke Rp 17.390 Usai Pemerintah Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.425 pada Selasa, 5 Mei 2026. Posisi rupiah itu melemah 57 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.368 pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 6 Mei 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.390 per dolar AS. Posisi itu menguat 34 poin atau 0,19 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.424 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Photo : VIVA.co.id/M Ali Wafa

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2026.

Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV-2025 atas dasar harga berlaku Rp 6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan senilai Rp 3.447,7 triliun. Sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 apabila dibandingkan dengan kuartal I-2025 (yoy) tumbuh 5,61 persen.

2026. Kinerja konsumsi rumah tangga pada periode ini utamanya didorong oleh mobilitas penduduk, pada momen libur nasional dan Hari Besar Keagamaan (Nyepi dan Idul Fitri).

14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen, juga turut mendorong konsumsi masyarakat.

Kemudian, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh hingga 13,14 persen (yoy) pada kuartal I-2026, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan darat, ASDP, angkutan udara, dan angkutan laut.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.420-Rp 17.460," ujarnya.

Sebagai informasi, sentimen pasar tetap rapuh setelah pertukaran militer yang kembali terjadi pada hari Senin, ketika pasukan AS dan Iran melancarkan serangan baru di Teluk karena kedua pihak berupaya untuk menegaskan kendali atas jalur air strategis tersebut.

Rekomendasi Terkait