PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Jumat, 1 Mei 2026, daftar artikel terpopuler kembali dipenuhi isu yang langsung berdampak ke kantong dan arah pasar otomotif. Mulai dari update harga BBM terbaru, program pemutihan pajak di berbagai daerah, hingga gelombang besar mobil China yang siap masuk Indonesia. Berikut tiga artikel terpopuler VIVA Otomotif:
1. Harga BBM Terbaru Pertamina, Vivo, dan BP 1 Mei 2026
Harga BBM per 1 Mei 2026 menjadi perhatian karena tidak mengalami perubahan meski sebelumnya sempat naik pada April. Untuk wilayah Jakarta, Pertamax masih di kisaran Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green Rp12.900 per liter.
BBM lain seperti Pertamax Turbo tetap Rp19.400, Dexlite Rp23.600, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter. Sementara itu, SPBU BP dan Vivo juga mempertahankan harga, seperti BP 92 di kisaran Rp12.390 dan Revvo 92 di angka serupa.
Stabilnya harga ini menjadi angin segar bagi pengguna kendaraan, meski dinamika harga global masih terus bergerak. Baca selengkapnya.
2. Mei 2026 Banyak Pemutihan Pajak Kendaraan, Cek Wilayah dan Diskonnya
Ilustrasi STNK. Photo : ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Kabar baik datang bagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak. Sejumlah daerah mulai memberlakukan program pemutihan pajak kendaraan pada Mei 2026, termasuk penghapusan denda dan diskon tertentu.
Program ini biasanya bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mendongkrak penerimaan daerah. Momentum ini sering dimanfaatkan pemilik kendaraan untuk melunasi tunggakan tanpa harus menanggung beban denda besar.
masing agar tidak melewatkan kesempatan. Baca selengkapnya.
3. Serbuan Mobil China di Semester II 2026, Ini Daftar Merek dan Modelnya
Pasar otomotif Indonesia diprediksi makin panas di paruh kedua 2026 dengan masuknya berbagai merek mobil China. Tidak hanya satu dua model, tapi gelombangnya disebut cukup besar dengan berbagai segmen.
Mulai dari mobil listrik, hybrid, hingga SUV konvensional, semuanya disiapkan untuk bersaing langsung dengan pemain lama. Strategi harga agresif dan fitur melimpah jadi senjata utama untuk merebut pasar.
Fenomena ini menandakan persaingan otomotif nasional akan semakin ketat, sekaligus memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen Indonesia. Baca selengkapnya.