PLAZNEWS — Jakarta, CNBC Indonesia Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk(BBRI)melesat 3,62% ke level 3.150 hari ini, Selasa (5/5/2026).
Sepanjang hari, BBRIkonsisten bergerak di zona positif. Saham emiten bank BUMN yang fokus pada kredit UMKM ini bergerak di rentang 3.0403.170.
Total transaksi hari ini mencapai Rp 1,6 triliun dan menjadikan BBRIsaham yang paling banyak ditransaksikan hari ini.
Gerak BBRIselaras dengan aksi beli asing.Asing tercatat melakukan aksi beli Rp 474,9 miliar dan jual Rp 244 miliar, sehinggamencatatnet foreign buyRp 231 miliar, terbesar pada perdagangan hari ini.
3.100 seiring munculnya akumulasi dan kembalinya minat beli asing.
3.800.
rating. Ada juga saham bank yang menawarkan daya tarik berupa stabilitas.
hati dalam waktu dekat sambil menunggu keputusan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam hal ini, MSCI berpotensi menggunakan data keterbukaan informasi mengenai daftar pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float.
Di sini, Rita memandang saham BBRI masih menarik lantaran adanya peluang rebound. Katalis utama bagi saham BBRI berasal dari perbaikan kualitas aset, penurunan biaya kredit, dan stabilisasi Net Interest Margin (NIM). Terlepas dari itu, momentum kenaikan saham BBRI tetap bergantung pada arah suku bunga acuan dan aliran dana asing.
Saham BBRI juga memiliki fundamental solid berkat dominasi di segmen mikro, profitabilitas tinggi, dan pendapatan berulang (recurring income) yang kuat. Di samping itu, BBRI juga menawarkan dividen yang tergolong atraktif dengan yield dobel digit dan dividend payout ratio (DPR) sekitar 90%, sehingga saham ini cocok untuk investor jangka panjang yang mengincar pertumbuhan dan keuntungan dividen.
"Valuasi (saham BBRI) saat ini di bawah historis atau cenderung terdiskon. Dengan perbaikan kualitas aset dan potensi pemulihan laba di 2026, ini lebih mengarah ke opportunity re-rating, dan bukan value trap," tandas Rita.
2026, BRI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid, ditopang penguatan dana murah (CASA) serta perbaikan struktur biaya dana. Alhasil profitabilitas bank pun semakin tebal.
Hingga akhir Maret 2026, total DPK BRI mencapai Rp1.555 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerjaCASAyang semakin dominan.
CASA BRI tercatat sebesar Rp1.058,6 triliun, tumbuh 13,2% yoy. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam memperkuat basis dana murah, yang menjadi kunci efisiensi biaya dana di tengah kompetisi likuiditas industri perbankan.
Seiring dengan hal tersebut, biaya dana (cost of fund/CoF) BRI menunjukkan perbaikan signifikan, turun dari 3% menjadi 2,3% pada kuartal I-2026. Penurunan ini menegaskan efektivitas strategi CASA dalam menjaga struktur pendanaan tetap efisien.
Penguatan di sisi funding ini juga memberikan ruang bagi peningkatan profitabilitas. Net interest income (NII) BRI tercatat tumbuh 11,9% yoy menjadi Rp40,15 triliun.
Selain itu, efisiensi dan kualitas pendanaan turut berdampak pada rasio profitabilitas. Return on assets (ROA) meningkat dari 2,7% menjadi 2,8%, sementara return on equity (ROE) naik dari 17,1% menjadi 18,4%.
2026. Perolehan itu naik 13,74% yoy.