PLAZNEWS — Hasil uji Lemigas akan menentukan Bobibos termasuk BBM atau BBN
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Inti Sinergi Formula (Bobibos) segera menjalani uji teknis di Lemigas guna memastikan kelayakan produk sebelum dipasarkan ke masyarakat. Langkah ini diambil menyusul hasil identifikasi awal yang menunjukkan spesifikasi produk bahan bakar tersebut belum memenuhi sejumlah parameter standar, baik sebagai bahan bakar nabati (BBN) maupun bahan bakar minyak (BBM). Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad mengatakan, pengujian menjadi tahapan krusial untuk menentukan klasifikasi produk sekaligus menjamin aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi. Ditjen Migas kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas, ujar Noor di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Menurut Noor, hasil uji teknis akan menjadi dasar penentuan apakah produk tersebut masuk dalam kategori BBN atau BBM. Penetapan klasifikasi ini merupakan syarat utama sebelum produk dapat digunakan secara luas di masyarakat. Ia menegaskan, seluruh proses pengujian akan dilakukan oleh Lemigas sesuai standar yang berlaku. Pemerintah juga meminta pihak produsen bersikap proaktif dalam memenuhi seluruh tahapan teknis. Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos menindaklanjuti langkah-langkah ini agar prosesnya berjalan akuntabel, katanya. Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Inti Sinergi Formula (Bobibos) segera menjalani uji teknis di Lemigas guna memastikan kelayakan produk sebelum dipasarkan ke masyarakat.
Langkah ini diambil menyusul hasil identifikasi awal yang menunjukkan spesifikasi produk bahan bakar tersebut belum memenuhi sejumlah parameter standar, baik sebagai bahan bakar nabati (BBN) maupun bahan bakar minyak (BBM). Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad mengatakan, pengujian menjadi tahapan krusial untuk menentukan klasifikasi produk sekaligus menjamin aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi. Ditjen Migas kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas, ujar Noor di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Menurut Noor, hasil uji teknis akan menjadi dasar penentuan apakah produk tersebut masuk dalam kategori BBN atau BBM. Penetapan klasifikasi ini merupakan syarat utama sebelum produk dapat digunakan secara luas di masyarakat. Ia menegaskan, seluruh proses pengujian akan dilakukan oleh Lemigas sesuai standar yang berlaku. Pemerintah juga meminta pihak produsen bersikap proaktif dalam memenuhi seluruh tahapan teknis. Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos menindaklanjuti langkah-langkah ini agar prosesnya berjalan akuntabel, katanya. Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Langkah ini diambil menyusul hasil identifikasi awal yang menunjukkan spesifikasi produk bahan bakar tersebut belum memenuhi sejumlah parameter standar, baik sebagai bahan bakar nabati (BBN) maupun bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad mengatakan, pengujian menjadi tahapan krusial untuk menentukan klasifikasi produk sekaligus menjamin aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi. Ditjen Migas kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas, ujar Noor di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Menurut Noor, hasil uji teknis akan menjadi dasar penentuan apakah produk tersebut masuk dalam kategori BBN atau BBM. Penetapan klasifikasi ini merupakan syarat utama sebelum produk dapat digunakan secara luas di masyarakat. Ia menegaskan, seluruh proses pengujian akan dilakukan oleh Lemigas sesuai standar yang berlaku. Pemerintah juga meminta pihak produsen bersikap proaktif dalam memenuhi seluruh tahapan teknis. Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos menindaklanjuti langkah-langkah ini agar prosesnya berjalan akuntabel, katanya. Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad mengatakan, pengujian menjadi tahapan krusial untuk menentukan klasifikasi produk sekaligus menjamin aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi.
Ditjen Migas kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas, ujar Noor di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Menurut Noor, hasil uji teknis akan menjadi dasar penentuan apakah produk tersebut masuk dalam kategori BBN atau BBM. Penetapan klasifikasi ini merupakan syarat utama sebelum produk dapat digunakan secara luas di masyarakat. Ia menegaskan, seluruh proses pengujian akan dilakukan oleh Lemigas sesuai standar yang berlaku. Pemerintah juga meminta pihak produsen bersikap proaktif dalam memenuhi seluruh tahapan teknis. Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos menindaklanjuti langkah-langkah ini agar prosesnya berjalan akuntabel, katanya. Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Ditjen Migas kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas, ujar Noor di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
langkah ini agar prosesnya berjalan akuntabel, katanya. Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Menurut Noor, hasil uji teknis akan menjadi dasar penentuan apakah produk tersebut masuk dalam kategori BBN atau BBM. Penetapan klasifikasi ini merupakan syarat utama sebelum produk dapat digunakan secara luas di masyarakat.
langkah ini agar prosesnya berjalan akuntabel, katanya. Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Ia menegaskan, seluruh proses pengujian akan dilakukan oleh Lemigas sesuai standar yang berlaku. Pemerintah juga meminta pihak produsen bersikap proaktif dalam memenuhi seluruh tahapan teknis.
langkah ini agar prosesnya berjalan akuntabel, katanya. Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
langkah ini agar prosesnya berjalan akuntabel, katanya.
Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional. Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Tahapan awal pengujian dilakukan melalui pengambilan sampel bahan bakar dari tangki penyimpanan dengan mengacu pada standar internasional ASTM D4057. Proses ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kesesuaian spesifikasi produk terhadap standar nasional.
Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, pihak PT Inti Sinergi Formula menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan Lemigas guna memenuhi seluruh kebutuhan pengujian.
Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Pemerintah menyatakan terbuka terhadap inovasi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, setiap produk tetap harus melalui proses pengujian ketat sebelum dapat digunakan secara luas.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk. Ikuti Whatsapp Channel Republika
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keamanan bagi konsumen, termasuk mencegah potensi risiko seperti kerusakan mesin serta memberikan kepastian hukum terhadap kualitas produk.