Jawa Barat 26 Apr 2026

BMKG mengimbau petani di Indramayu antisipasi dampak kemarau kering

BMKG mengimbau petani di Indramayu antisipasi dampak kemarau kering

PLAZNEWS — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat untuk bersiap mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering akibat fenomena El Nino pada 2026.

Koordinator Bidang Informasi Iklim Terapan BMKG Siswanto dalam keterangan yang diterima di Indramayu, Sabtu, mengatakan El Nino dapat memicu kenaikan suhu dan cuaca panas ekstrem, termasuk di Indonesia.

2016.

Potensi kemarau tahun ini lebih kering dari tahun lalu, tetapi tidak sekuat El Nino besar sebelumnya, kata Siswanto.

Ia menyampaikan musim kemarau pun diprediksi berlangsung lebih lama, sehingga hari tanpa hujan akan lebih panjang dan musim hujan kemungkinan datang lebih lambat.

Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang dan awal musim hujan berpotensi mundur, katanya.

Ia menuturkan kondisi tersebut dapat berdampak pada pertanian, terutama tanaman yang membutuhkan banyak air, karena berisiko mengalami gagal panen.

Tanaman yang membutuhkan banyak air berpotensi terdampak hingga gagal panen jika kekeringan terjadi, katanya.

Selain itu, ketersediaan air di waduk dan sungai juga perlu diperhatikan karena berpengaruh pada irigasi.

Meski begitu, ia menyampaikan wilayah Indramayu dinilai masih memiliki peluang bertahan karena banyak sawah yang menggunakan irigasi dan didukung aliran Sungai Cimanuk.

Pihaknya menyarankan petani mulai menyimpan air sejak sekarang, misalnya melalui embung atau kolam penampungan.

Selain itu, petani juga dianjurkan memilih tanaman yang cepat panen dan lebih hemat air, serta mulai tanam lebih awal selagi air masih tersedia.

Kami berharap pasokan air dari irigasi dan sungai tetap cukup untuk mendukung pertanian, ujarnya.

Rekomendasi Terkait