Jawa Barat 27 Apr 2026

BPBD Sumedang komitmen perkuat sistem peringatan dini

BPBD Sumedang komitmen perkuat sistem peringatan dini

PLAZNEWS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berkomitmen memperkuat sistem peringatan dini sebagai langkah mitigasi usai mencatat 173 kejadian bencana sepanjang awal tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang Bambang Rianto di Sumedang, Senin, mengatakanpenguatan sistem peringatan dini tersebut diprioritaskan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sepanjang 1 Januari hingga 27 April 2026, kami mencatat 173 kejadian bencana di 21 kecamatan. Tanah longsor menjadi kejadian terbanyak yakni 111 kasus. Untuk itu diperlukan peringatan dini kepada warga saat indikator bahaya muncul, katanya.

Pihaknya menyebut penguatan sistem peringatan dini dilakukan sebagai pelengkap langkah mitigasi yang sebelumnya telah berjalan, seperti pemantauan wilayah rawan, koordinasi lintas sektor, dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Sistem tersebut diprioritaskan pada daerah dengan frekuensi kejadian tinggi agar informasi potensi bencana dapat diterima lebih cepat, dan proses evakuasi bisa dilakukan secara lebih efektif.

Penguatan sistem peringatan dini menjadi prioritas tambahan agar risiko korban dan dampak kerusakan dapat ditekan, katanya.

Pada kesempatan tersebut, BPBD juga mencatat bencana lain melanda wilayah Sumedang, yakni cuaca ekstrem dengan 24 kejadian, banjir tujuh kejadian, kebakaran bangunan delapankejadian, serta 23 kejadian lainnya.

Dari sisi dampak, pihaknya mencatat sebanyak 186 rumah terdampak, 113 rumah terancam, dan 419 rumah terendam. Sebanyak 693 kepala keluarga terdampak dengan total 881 jiwa.

luka dan lima orang meninggal dunia dengan kerugian material akibat bencana sekitarRp2,362 miliar.

luka dan lima orang meninggal dunia, ujarnya.

Pihaknya menyebut berbagai langkah mitigasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mempercepat respons saat situasi darurat terjadi di wilayah rawan bencana.

Rekomendasi Terkait