PLAZNEWS — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesat pada perdaganganRabu (17/6/2026), melanjutkan reli penguatan signifikan yang dicatatkan pekan lalu.
Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 6.321,96, naik67 poin atau 1,07% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.254,96.
Selang beberapa menit setelah pasar buka IHSG melesat 1,5% ke level 6.352,07.
Sebanyak349 saham menguat,50 saham melemah, dan273 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 413,42 miliar dengan volume perdagangan331,26 juta saham dan berpindah tangan sebanyak38.021 kali.
Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan hari ini termasuk BBCA, BBRI, BMRI, TPIA dan BRMS.
Pergerakan pasar keuangan pada pertengahan pekan ini terus mencerna serangkaian rilis data ekonomi esensial dari ranah domestik maupun global. Di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga energi dan menciptakan volatilitas pada rantai pasok, investor kini telah mengantongi sejumlah indikator makroekonomi kunci.
Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan sementara selama 60 hari untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Dalam kesepakatan tersebut, AS akan mencabut blokade pelabuhan Iran dan mengizinkan Teheran kembali menjual minyak, sementara Iran akan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
kelompok bersenjata regional belum masuk agenda negosiasi. Kesepakatan ini berpotensi memberikan manfaat ekonomi besar bagi Iran melalui pelonggaran sanksi dan pencairan aset yang dibekukan.
Meski demikian, posisi Israel yang tidak terlibat langsung dalam perundingan menimbulkan ketidakpastian terhadap keberlangsungan gencatan senjata. Merespons kabar tersebut, harga minyak dunia kembali jatuh ke level terendah dalam tiga bulan karena pasar memperkirakan pasokan minyak Iran akan kembali meningkat.
Selain itu, Federal Open Market Committee (FOMC) akan mengumumkan kebijakan suku bunga pada Rabu Waktu AS atau Kamis dini hari Waktu Indonesia (17/6/2026) setelah menggelar rapat pada Selasa dan Rabu.
Keputusan suku bunga diumumkan pada Kamis dan dilanjutkan konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Pasar menantikan sejumlah hal penting, mulai dari keputusan suku bunga yang diperkirakan tetap di kisaran 3,50%-3,75%, proyeksi ekonomi terbaru (Summary of Economic Projections), proyeksi jalur suku bunga (dot plot), hingga pandangan The Fed mengenai inflasi, harga minyak, dan dampak konflik Timur Tengah. Bagi Indonesia, perhatian utama tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga nada pernyataan The Fed.
Sikap yang lebih hawkish berpotensi menekan rupiah, IHSG, dan pasar obligasi domestik, sementara sinyal yang lebih dovish dapat menjadi sentimen positif bagi aset berisiko dan pasar negara berkembang.
Agenda paling krusial dari dalam negeri pada hari ini adalah dimulainya hari pertama pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Pertemuan bulanan ini akan menjadi momen bagi otoritas moneter untuk mengevaluasi secara komprehensif perkembangan indikator makroekonomi domestik, kondisi likuiditas perbankan, laju inflasi, serta posisi nilai tukar rupiah di tengah kuatnya dinamika perekonomian global.
Pasar sangat menantikan hasil asesmen bank sentral mengenai dampak rambatan dari harga komoditas global dan suku bunga negara maju terhadap stabilitas keuangan nasional.
Rapat hari ini akan menjadi landasan rumusan keputusan suku bunga acuan yang akan diumumkan kepada publik pada Kamis besok.
Sebelumnya, pada 9 Juni Bank Indonesia secara mendadak mengambil langkah strategis berupa kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% guna memberikan bantalan terhadap nilai tukar rupiah dari tekanan eksternal.
Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026), dengan pasar saham Korea Selatan mencatat penurunan terdalam di kawasan.
Melansir CNBC, sentimen pasar masih dipengaruhi perkembangan geopolitik dan respons investor terhadap negosiasi terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,02% pada pembukaan perdagangan, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bergerak sedikit lebih rendah. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,20%, sedangkan indeks Topix justru menguat 0,46%.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 turun 0,17% pada awal perdagangan. Berbeda dengan mayoritas bursa kawasan, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 24.510, lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 24.493,95.
Dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyatakan terbuka untuk membagikan rincian kesepakatan damai terbaru antara AS dan Iran kepada Kongres. Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah anggota Kongres meminta kesempatan untuk meninjau kesepakatan sebelum resmi disahkan.
Kesepakatan awal antara AS dan Iran tersebut akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Selain itu, perjanjian tersebut juga menjadi kerangka dasar bagi negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran serta berbagai isu strategis lainnya di masa mendatang.