PLAZNEWS — Bursa Asia-Pasifik bervariasi pada pembukaan perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Pasar Korea Selatan kinclong seiring saham-saham cekor tertinggi setelah membukukan kenaikan bulanan tertinggi pada April 2026.
Sentimen global dipengaruhi sikap investor terhadap ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Tepatnya setelah Presiden AS, Donald Trump, berencana membuka kembali pelayaran di Selat Hormuz.
kapal yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz. Pernyataan yang diungkap melalui unggahan Truth Social ini dijuluki Proyek Kebebasan".
kapal sipil yang berbendera negara-negara yang tidak berafiliasi dengan konflik dari jalur perairan yang diperebutkan sehingga dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan pelayaran.
"Dukungan militer AS untuk Proyek Freedom akan mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, dan 15.000 anggota layanan, kata Komando Pusat AS usai pengumuman Trump.
Trump peragakan atlet transgender saat pidato di depan publik Photo : x.com/@ReallyAmerican1
Melansir CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan melejit 163,36 poin atau 2,48 persen menjadi 6.758,90 di awal sesi perdagangan.
Indeks Hang SengHong Kong berjangka berada di 25.992, dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.776,53. Indeks S&P/ASX 200 di Australia sedikit lebih rendah.
Pasar di Jepang dan Tiongkok tutup karena hari libur nasional.
Fluktuasi juga terlihat di bursa AS, Wall Street, pada perdagangan Jumat, 1 Mei 206. Dua indeks acuan melesat ke level tertinggi intraday dan penutupan sepanjang masa.
S&P 500 naik 0,29 persen diikuti lonjakan Nasdaq Composite sebesar 0,89 persen. Namun,indeks Dow JonesIndustrial Average melawan tren alias merosot 152,87 poin, atau 0,31 persen.