PLAZNEWS — Sugar waxing adalah cara alami menghilangkan bulu di rumah menggunakan campuran gula, air, dan perasan jeruk lemon. Metode ini semakin populer karena bahan-bahannya sederhana, prosesnya mudah dipelajari, dan hasilnya bisa bertahan berminggu-minggu. Memahami cara menggunakan waxing sugar dengan benar akan membantu kamu mendapatkan kulit mulus tanpa harus pergi ke salon.
langkah yang tepat.
Menurut dermatolog Dr. Amy Kassouf dari Cleveland Clinic, sebagian besar produk sugaring mengandung gula, lemon, dan air yang dipanaskan menjadi sirup lengket untuk mencabut bulu.[1] Baik waxing maupun sugaring mencabut bulu dari akar, dan jika dilakukan secara rutin, bulu yang tumbuh kembali akan semakin tipis dan halus.[2]
Sugar wax menempel pada bulu, bukan pada kulit, sehingga meminimalkan risiko iritasi dan membuat proses pencabutan jauh lebih nyaman.[3] Itulah sebabnya metode ini menjadi favorit bagi siapa saja yang menginginkan alternatif penghilangan bulu yang aman dan ramah lingkungan.
Bagi yang baru pertama kali mencoba, cara menggunakan waxing sugar sebenarnya tidak sulit. Sugaring bekerja paling baik pada bulu yang panjangnya minimal sekitar 0,6 cm.[4] Pastikan bulu sudah cukup panjang agar pasta gula bisa mencengkeram dengan efektif dan memberikan hasil maksimal.
Bersihkan dan keringkan kulit: Kulit yang sudah disiapkan dengan baik adalah fondasi untuk hasil waxing yang bagus, karena memastikan wax menempel pada bulu dan bukan pada minyak, keringat, atau residu produk.[5] Gunakan sabun ringan dan air hangat, lalu keringkan secara menyeluruh.
tipis: Tujuannya adalah menciptakan permukaan yang bebas kelembapan agar wax bisa mencengkeram bulu tanpa menempel pada kulit atau terlalu licin.[5] Langkah ini sangat penting terutama untuk area yang mudah berkeringat.
Ambil sugar wax secukupnya: Oleskan sugar wax dalam lapisan tipis dan merata, jangan terlalu banyak agar tidak menembus strip kain.[6] Bentuk menjadi bola kecil di tangan, lalu ratakan pada area yang ingin di-wax.
Oleskan berlawanan arah pertumbuhan bulu: Pada teknik sugaring, pasta gula dioleskan berlawanan dengan arah pertumbuhan bulu.[2] Tekan perlahan agar menempel dengan baik pada setiap helai bulu.
Tarik searah pertumbuhan bulu: Genggam wax dengan baik, lalu dengan sentakan cepat pergelangan tangan, tarik searah pertumbuhan bulu.[4] Gerakan ini berbeda dari waxing biasa dan membuat proses lebih nyaman.
Bersihkan sisa wax dengan air hangat: Sugar wax bersifat larut dalam air, jadi kamu bisa dengan mudah melarutkannya dari kulit menggunakan air hangat.[5] Keringkan area tersebut dan oleskan pelembap untuk menenangkan kulit.
Esthetician Robyn Newmark pernah menjelaskan, "Sugaring bisa dilakukan lebih sering dengan trauma yang lebih sedikit, meskipun kedua teknik seharusnya tidak menimbulkan trauma jika dilakukan dengan benar."[4] Jadi jangan khawatir jika ini pengalaman pertamamu.
Area kaki dan lengan merupakan bagian tubuh yang paling umum untuk sugar waxing karena permukaannya yang luas dan mudah dijangkau. Cara menggunakan waxing sugar di area ini relatif mudah dan cocok untuk pemula yang baru memulai.
48 jam sebelumnya: Untuk hasil terbaik, eksfoliasi kulit 24-48 jam sebelum waxing.[5] Gunakan scrub lembut atau loofah untuk mengangkat sel kulit mati dan mencegah kulit kusam di area tubuh.
Kenali pola pertumbuhan bulu: Bulu kaki umumnya tumbuh ke bawah dari paha ke pergelangan kaki, sementara bulu lengan cenderung tumbuh melintang dari sisi dalam ke sisi luar.[7] Pahami arah ini agar proses aplikasi tepat.
Oleskan sugar wax berlawanan arah bulu: Pada kaki, oleskan wax dari bawah ke atas dalam lapisan tipis. Pastikan wax menutupi area secukupnya tanpa terlalu tebal.
Tempelkan strip kain: Letakkan strip kain atau kertas wax di atas olesan sugar wax. Tekan dan usap beberapa kali agar menempel sempurna pada pasta gula.
Tarik strip dengan cepat: Pegang kulit agar tegang, lalu tarik strip dengan cepat berlawanan arah pertumbuhan bulu, dekat dengan permukaan kulit.[7]
Ulangi pada area lain: Jika ada bulu yang terlewat, jangan ragu mengaplikasikan sugar wax ke area yang sama beberapa kali tanpa efek samping.[4] Ini adalah keunggulan sugar wax dibandingkan waxing biasa.
Sugar waxing menghasilkan kulit halus yang bisa bertahan hingga 4 minggu.[7] Untuk menjaga kulit tetap mulus, lakukan perawatan secara rutin sesuai jadwal.
wax karena bentuknya yang cekung dan kulitnya yang sensitif. Namun, cara menggunakan waxing sugar di ketiak bisa dilakukan sendiri di rumah dengan teknik yang tepat. Dibandingkan mencukur bulu ketiak menggunakan pisau cukur, sugar waxing memberikan hasil yang lebih tahan lama.
Bersihkan area ketiak: Cuci ketiak dengan sabun lembut dan pastikan benar-benar kering sebelum aplikasi. Hindari menggunakan deodoran atau produk perawatan kulit lainnya karena bisa membuat wax tidak menempel.
Regangkan kulit ketiak: Saat melakukan sugaring di ketiak, penting untuk menjaga kulit tetap tegang agar pencabutan efektif dan mengurangi rasa sakit. Saat mengerjakan ketiak kanan, letakkan tangan kanan di belakang tengkuk agar kulit ketiak tegang, dan lakukan hal serupa dengan tangan kiri untuk ketiak kiri.[7]
Oleskan sugar wax dalam area kecil: Aplikasikan sugar wax dalam bagian kecil, karena area yang terlalu luas bisa membuat bulu patah alih-alih tercabut dari akar.[6]
Tarik dengan gerakan cepat dan tegas: Pastikan tarikan dilakukan dengan percaya diri. Gerakan ragu-ragu justru meningkatkan rasa sakit dan membuat hasil kurang optimal.
Bilas dan oleskan pelembap: Setelah selesai, bilas dengan air hangat dan gunakan gel lidah buaya untuk menenangkan kulit.
Menarik kulit agar tegang saat melepas strip sangat penting untuk mencegah memar dan meminimalkan ketidaknyamanan.[6] Jangan terburu-buru dan pastikan setiap tarikan dilakukan dengan teknik yang benar.
hatian ekstra saat melakukan sugar waxing. Cara menggunakan waxing sugar di area ini sebaiknya dilakukan setelah kamu cukup berpengalaman dengan area tubuh lain terlebih dahulu.
Pastikan panjang bulu minimal 1 cm: Menurut HelloSehat, pastikan panjang bulu kemaluan minimal 1 cm agar waxing dapat berjalan dengan baik.[8] Bulu yang terlalu pendek tidak akan tercengkeram oleh pasta gula.
Lakukan uji tempel terlebih dahulu: Oleskan sedikit sugar wax di area kecil untuk memastikan tidak ada reaksi alergi atau iritasi berlebih pada kulit sensitif.
Gunakan sugar wax pada suhu ruangan: Dermatolog Dr. Nazanin Saedi mengingatkan, "Hal terpenting adalah memastikan suhu pasta gula tidak terlalu panas untuk mencegah luka bakar."[3]
Aplikasikan dalam porsi kecil: Jangan menutupi area yang terlalu luas sekaligus. Kerjakan sedikit demi sedikit dengan lapisan tipis dan merata.
Tarik dengan cepat dan tegas: Pegang kulit agar tegang dengan satu tangan, lalu tarik sugar wax searah pertumbuhan bulu dengan tangan lainnya secara cepat.
Gunakan pelembap khusus area sensitif: Setelah selesai, oleskan pelembap bebas pewangi dan bebas alkohol untuk menghindari iritasi tambahan.
Menurut Alodokter, tidak semua kondisi kulit cocok untuk waxing.[9] Jika kamu memiliki luka terbuka, iritasi, atau kondisi kulit kronis, sebaiknya tunda sugar waxing dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit.
Selain membelinya dalam bentuk produk jadi, kamu juga bisa membuat sugar wax sendiri dengan bahan dapur yang sederhana. Memahami cara menggunakan waxing sugar buatan sendiri dimulai dari proses pembuatan pasta gula yang tepat.
Siapkan bahan: Kamu memerlukan 1 cangkir gula pasir, cangkir air perasan lemon segar, dan cangkir air. Rasio 2:1 antara gula dan cairan menjadi patokan utama.
Campurkan semua bahan dalam panci: Masukkan gula, air lemon, dan air ke dalam panci berukuran sedang. Aduk rata sebelum mulai memanaskan.
Masak dengan api sedang: Panaskan campuran secara perlahan sambil terus diaduk agar tidak gosong. Jangan biarkan tanpa pengawasan karena gula bisa berubah warna sangat cepat.
Angkat saat warna keemasan: Masak selama sekitar 5 menit hingga pasta halus dan berwarna keemasan. Konsistensinya harus menyerupai madu yang kental dan lengket.
Tuang dan dinginkan: Pindahkan ke wadah kaca tahan panas dan biarkan mendingin hingga mencapai suhu ruangan sebelum digunakan. Pastikan sugar wax tidak panas saat diaplikasikan ke kulit.
Uji konsistensi: Sisihkan sedikit ke dalam kulkas untuk mengecek kekentalan. Jika pasta masih terlalu encer, masak beberapa menit lagi.
kali. Cara menggunakan waxing sugar sisa dari sesi sebelumnya sangat praktis, dan kamu tidak perlu membuat adonan baru setiap kali ingin waxing.
Simpan dalam wadah kaca tertutup: Kamu bisa menyimpan sisa sugar wax di dalam kulkas untuk waktu yang tidak terbatas.[4] Pastikan wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi.
Hangatkan dengan microwave: Saat akan digunakan kembali, panaskan di microwave dalam interval 15 detik hingga pasta lunak dan lentur, namun jangan sampai panas.[4]
Alternatif pemanasan dengan air panas: Kamu juga bisa memanaskan sugar wax dengan merendam wadahnya dalam panci berisi air panas.[7] Metode ini memberikan pemanasan yang lebih merata.
Cek konsistensi sebelum digunakan: Pastikan sugar wax memiliki konsistensi menyerupai madu sebelum diaplikasikan.[6] Jangan gunakan jika teksturnya terlalu encer atau terlalu keras.
Uji suhu di kulit: Sebelum mengaplikasikan ke area luas, oleskan sedikit di bagian dalam pergelangan tangan untuk memastikan suhunya aman dan nyaman.
Jika sugar wax dipanaskan berlebihan, kamu berisiko mengalami luka bakar serius atau merusak tekstur wax sehingga tidak bisa digunakan lagi.[4] Selalu panaskan secara bertahap dan periksa kondisinya setelah setiap interval pemanasan.
Sugar waxing, atau yang dikenal juga sebagai sugaring, merupakan metode penghilangan bulu alami yang berasal dari zaman Mesir Kuno, sekitar tahun 1900 SM.[10] Metode ini telah digunakan selama ribuan tahun dan menjadi bagian dari tradisi perawatan kulit alami di berbagai budaya.
abad, metode ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perawatan kecantikan di Timur Tengah, Afrika Utara, dan kawasan Mediterania, jauh sebelum mendapatkan popularitas di dunia Barat pada dekade 1980-an.[10] Kini, sugar waxing telah menjadi tren global yang terus berkembang.
abad di berbagai budaya karena kelembutan dan efektivitasnya.[3] Dengan hanya menggunakan bahan-bahan alami seperti gula, air, dan lemon, metode ini menawarkan solusi penghilangan bulu yang aman dan ramah lingkungan.
Saat ini, sugar waxing menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari solusi penghilangan bulu yang alami, ramah lingkungan, dan lembut di kulit.[10] Tren perawatan kecantikan alami seperti ini terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan produk yang minim bahan kimia.
tanya apa perbedaan utama antara sugar wax dan waxing tradisional. Berikut beberapa keunggulan sugar wax yang menjadikannya pilihan yang lebih menarik.
Bahan alami dan hipoalergenik: Sugaring hanya menggunakan bahan alami dengan formula 100% natural yang hanya mengandung air dan gula, tanpa bahan kimia, pewangi, atau pewarna, sehingga bersifat hipoalergenik.[2]
Tidak menempel pada kulit hidup: Pasta gula tidak bisa menempel pada sel kulit hidup, yang berarti lebih sedikit rasa tidak nyaman dan lebih sedikit trauma pada kulit.[2]
Mudah dibersihkan: Aplikasi dan pembersihan sugaring sangat mudah karena pasta berbasis air, sehingga bisa dicuci dari pakaian dan sisa residu di kulit cukup dibilas dengan air.[1]
Bisa diaplikasikan ulang: Berbeda dengan waxing biasa, sugar wax bisa dioleskan kembali ke area yang sama beberapa kali tanpa menimbulkan efek samping.[4]
Ramah lingkungan: Esthetician berlisensi Tami Blake menjelaskan, "Pasta sugaring bersifat biodegradable dan menghasilkan lebih sedikit limbah karena menghilangkan kebutuhan akan stik dan strip."[4]
Mengurangi risiko bulu tumbuh ke dalam: Karena bulu dicabut searah pertumbuhan pada teknik sugaring, risiko ingrown hair menjadi lebih kecil.[2]
Eksfoliasi alami: Sugaring juga mengangkat sel kulit mati, sehingga saat bulu dicabut, kulit sekaligus mendapat eksfoliasi.[2]
hal yang perlu dilakukan dan dihindari sebelum melakukan cara menggunakan waxing sugar.
Eksfoliasi kulit: Untuk hasil terbaik, lakukan eksfoliasi lembut menggunakan loofah, scrub gula, atau sarung tangan mandi 3 hari sebelum sugaring untuk mengangkat serpihan kulit mati sambil memberikan waktu bagi mikro-luka untuk pulih.[4]
Hindari keringat berlebih: Keringat berlebih bisa membuka pori-pori dan membuat kulit lebih rentan infeksi, jadi hindari aktivitas yang menyebabkan keringat berlebih dalam 24 jam sebelum sugaring.[4]
Hindari kafein dan alkohol: Minum kafein dan alkohol bisa membuat kamu lebih rentan berdarah saat proses waxing.[4]
Jangan gunakan krim atau losion: Produk berbasis minyak bisa membuat kulit licin sehingga sugar wax tidak menempel dengan baik pada bulu.
Hindari paparan sinar matahari langsung: Kulit yang terbakar matahari menjadi lebih sensitif dan rentan iritasi saat di-wax. Lindungi kulit dengan sunscreen jika harus beraktivitas di luar ruangan.
Hentikan pemakaian retinoid: Produk topikal yang mengandung tretinoin harus dihentikan setidaknya beberapa hari sebelum perawatan sugaring.[1] Baca juga informasi mengenai cara menggunakan retinol yang benar.
waxing yang tepat akan membantu kulit pulih lebih cepat dan menjaga hasil yang lebih tahan lama.
Menurut KlikDokter, untuk menghindari iritasi dan kemerahan setelah waxing, kamu bisa mengoleskan gel lidah buaya di kulit atau mengompresnya menggunakan es.[11] Berikut panduan lengkap perawatan setelah sugar waxing:
Oleskan pelembap alami: Gunakan gel lidah buaya, minyak kelapa, atau baby oil untuk menenangkan kulit dan mencegah peradangan pasca-waxing.
Hindari mandi air panas: Selama 24-48 jam setelah waxing, gunakan air dingin atau suhu ruangan saat mandi agar pori-pori tidak terbuka dan kulit tidak iritasi.
Kenakan pakaian longgar: Pakaian ketat bisa menyebabkan gesekan dan iritasi pada area yang baru di-wax. Pilih bahan katun yang menyerap keringat.
Hindari parfum dan produk beralkohol: Produk yang mengandung alkohol atau pewangi bisa menyebabkan rasa perih dan kemerahan pada kulit sensitif pasca-waxing.
Lindungi kulit dari sinar matahari: Lindungi kulit yang baru di-wax dari sinar matahari langsung karena sinar UV bisa merangsang produksi melanin dan memperburuk hiperpigmentasi.[5]
Mulai eksfoliasi setelah beberapa hari: Lakukan eksfoliasi lembut mulai 2-3 hari setelah waxing untuk mencegah bulu tumbuh ke dalam.
Melakukan sugar waxing di rumah memang praktis, tetapi ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula. Menghindari kesalahan ini akan membantu kamu mendapatkan hasil lebih baik saat mempraktikkan cara menggunakan waxing sugar secara mandiri.
Menggunakan wax saat masih terlalu panas: Pasta gula yang belum cukup dingin bisa menyebabkan luka bakar pada kulit. Selalu cek suhu di pergelangan tangan sebelum aplikasi.
Mengaplikasikan lapisan terlalu tebal: Jika hasil waxing terlihat tidak merata, kemungkinan lapisan wax yang kamu oleskan terlalu tebal. Cobalah menipiskan lapisan wax pada kulit.[7]
Menarik wax terlalu pelan: Tarik wax dengan cepat dan lancar agar bulu tidak patah, karena tarikan yang cepat memastikan hasil yang lebih baik.[3]
Tidak meregangkan kulit: Kulit yang tidak ditarik tegang saat pelepasan strip bisa menyebabkan memar, nyeri, bahkan luka.
Waxing pada kulit yang lembap: Kelembapan pada kulit akan membuat pasta gula sulit menempel dan mencengkeram bulu dengan efektif.
Mengabaikan uji tempel: Meskipun sugar wax berbahan alami, tetap lakukan uji tempel terlebih dahulu, terutama jika kamu memiliki riwayat iritasi kulit.
Dr. Jodi LoGerfo, seorang praktisi kesehatan kulit, pernah mengatakan, "Profesional biasanya menggunakan metode yang hati-hati dan menyeluruh untuk memastikan penghilangan bulu secara lengkap, yang bisa memperpanjang durasi hasilnya."[3] Jika kamu kesulitan mendapatkan hasil yang memuaskan di rumah, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan esthetician profesional.
Meskipun sugar wax tergolong lembut, ada beberapa kondisi kulit yang membuat proses waxing sebaiknya ditunda atau dihindari. Mengenali batasan ini penting sebelum kamu mempraktikkan cara menggunakan waxing sugar di rumah.
Kulit yang mengalami iritasi atau luka terbuka: Waxing pada kulit yang sedang bermasalah bisa memperparah kondisi dan menyebabkan infeksi.
Kulit terbakar sinar matahari: Sunburn membuat kulit lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan tambahan akibat waxing.
Pengguna isotretinoin: Siapa pun yang mengonsumsi isotretinoin (obat untuk jerawat kistik parah) tidak boleh menjalani sugaring hingga minimal enam bulan setelah menyelesaikan pengobatan.[1]
Penyakit kulit kronis: Penderita penyakit kulit kronis seperti eksim dan psoriasis sebaiknya menghindari waxing.[9]
Kulit yang baru menjalani perawatan kimia: Jika baru saja melakukan chemical peeling atau treatment laser, tunda waxing hingga kulit benar-benar pulih.
Dermatolog Dr. Amy Kassouf juga mengingatkan, "Setiap metode penghilangan bulu memiliki kelebihan dan kekurangan, serta bergantung pada individu, area tubuh, jenis kulit, dan anggaran."[1] Konsultasikan dengan dokter kulit jika kamu ragu tentang keamanan waxing untuk kondisi kulitmu.
Rasa sakit saat waxing memang tak terhindarkan sepenuhnya, tetapi ada banyak cara untuk meminimalkannya. Berikut tips yang bisa kamu terapkan agar sesi cara menggunakan waxing sugar terasa lebih nyaman.
Pilih waktu yang tepat: Hindari melakukan waxing mendekati masa menstruasi karena kulit cenderung lebih sensitif saat itu. Pilih waktu saat tubuh dalam kondisi rileks.
Gunakan kompres dingin sebelum dan sesudah: Menempelkan es yang dibungkus kain selama beberapa menit bisa membantu mengurangi sensasi nyeri dan pembengkakan.
Minum obat pereda nyeri jika perlu: Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas sekitar 30 menit sebelum sesi waxing bisa membantu mengurangi rasa sakit.
Tarik napas dalam saat mencabut: Teknik pernapasan sederhana bisa mengalihkan fokus dari rasa sakit. Tarik napas dalam sebelum menarik strip, dan hembuskan saat menarik.
Lakukan secara rutin: Dengan sugar waxing rutin, bulu yang tumbuh kembali bisa menjadi lebih halus dan tipis dibandingkan sebelumnya.[1] Semakin sering dilakukan, semakin berkurang rasa sakitnya.
Jaga kelembapan kulit: Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih elastis dan tidak mudah kesakitan saat waxing. Gunakan pelembap secara rutin di antara sesi waxing.
Meskipun kulit mungkin mengalami iritasi yang lebih sedikit dibandingkan waxing tradisional, tetap ada kemungkinan iritasi dan peradangan ringan setelah sugaring. Dr. Kassouf mengingatkan, "Terlalu banyak sel kulit bisa terangkat sehingga menghasilkan area yang luka atau iritasi."[1]
masing individu.[1]
masing orang. Semakin rutin kamu melakukannya, bulu yang tumbuh kembali akan semakin halus dan tipis, sehingga interval antar sesi bisa semakin panjang.[2]
bahan alami tanpa tambahan pewangi atau bahan kimia keras. Meski begitu, selalu lakukan uji tempel di area kecil kulit sebelum mengaplikasikannya ke area yang lebih luas untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.[1]
Panjang bulu yang ideal untuk cara menggunakan waxing sugar adalah sekitar 0,5 hingga 1 cm. Bulu yang terlalu pendek tidak akan tercengkeram dengan baik oleh pasta gula. Sebaliknya, bulu yang terlalu panjang sebaiknya dipangkas terlebih dahulu agar proses pencabutan lebih nyaman dan efektif.[6]
hatian ekstra. Pastikan kamu menggunakan lapisan tipis dan menarik dengan cepat untuk meminimalkan rasa sakit dan iritasi.
Sugar wax buatan rumah bisa sama efektifnya dengan produk jadi jika dibuat dengan konsistensi yang tepat. Tantangan utamanya adalah mendapatkan tekstur yang pas karena memasak gula memerlukan sedikit latihan. Produk jadi biasanya lebih konsisten dari segi tekstur dan sudah dilengkapi panduan penggunaan.[3]
Frekuensi ideal untuk melakukan cara menggunakan waxing sugar adalah setiap 4 hingga 6 minggu, atau saat bulu sudah tumbuh cukup panjang. Konsistensi dalam jadwal waxing akan memberikan hasil yang optimal karena siklus pertumbuhan bulu menjadi lebih teratur dan bulu yang tumbuh kembali semakin tipis dari waktu ke waktu.[2]
langkah di atas serta memperhatikan persiapan dan perawatan kulit yang tepat, kamu bisa mendapatkan kulit halus bebas bulu tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal di salon. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan kesehatan kulit dan berkonsultasi dengan profesional jika mengalami reaksi yang tidak diinginkan.