Hiburan 05 May 2026

Di Balik Viralnya Kicau Mania, Banditoz Yaow 86 Berjuang Selama 22 Tahun Sambil Rawat Anak Istimewa

Di Balik Viralnya Kicau Mania, Banditoz Yaow 86 Berjuang Selama 22 Tahun Sambil Rawat Anak Istimewa

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Fenomena viral sering kali datang tanpa diduga, tetapi bagi Banditoz Yaow 86, momen itu justru menjadi jawaban atas penantian panjang selama puluhan tahun. LaguKicau Maniayang ia bawakan bersama BoyCord dan Ndarboy Genk mendadak meledak di pertengahan 2026, menjangkau pendengar lintas usia dan merajai berbagai platform media sosial.

Di balik kesuksesan tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak sederhana. Banditoz, yang memiliki nama asli Adhi Rahman, telah menapaki dunia musik sejak 2004. Selama lebih dari dua dekade, ia terus berkarya tanpa jaminan bahwa karyanya akan dikenal luas. Baru di tahun ini, penantian panjang itu akhirnya terbayar lunas. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

"Iya (22 tahun berkarya akhirnya lagu viral)," kata Banditoz di acara FYP yang ditayangkan stasiun TV, mengutip tayangan Youtube, Selasa 5 Mei 2026.

Namun, lebih dari sekadar pencapaian karier, viralnyaKicau Maniamembawa makna personal yang sangat dalam bagi Banditoz. Ia mengungkapkan bahwa seluruh perjuangannya selama ini tidak lepas dari perannya sebagai kepala keluarga, khususnya sebagai ayah dari anak berkebutuhan khusus.

Banditoz secara terbuka menceritakan bahwa anaknya adalah seorang penyandang autisme. Kondisi tersebut menjadi salah satu motivasi terbesarnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi keluarga.

"Kebetulan, saya memiliki anak spesial, anak autis. Jadi mungkin doa dari anak saya dan istri akhirnya terjawab di karya ini karena kembali lagi, setiap langkah saya, pasti ada doa istri dan anak yang menemani begitu," kata Banditoz.

Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Ia mengakui sempat mengalami pergulatan batin dalam menerima kenyataan hidup yang dihadapinya. Rasa lelah dan pertanyaan tentang keadilan hidup sempat menghampiri, tetapi waktu perlahan membentuk penerimaan.

"Apa pun itu wujudnya, ya kita terima, gitu lho. Karena dari orang tua, kita tidak bisa memilih, tapi kita terpilih, gitu," lanjutnya.

momen ketika ia merasa rapuh dan mempertanyakan keadaan.

Rekomendasi Terkait