PLAZNEWS — Berada jauh dari tanah air tidak berarti harus berpisah dari cita rasa masakan Nusantara yang sudah melekat di lidah. Makkah menawarkan beragam pilihan makanan halal, mulai dari hidangan Timur Tengah klasik seperti kebab dan nasi mandi hingga kuliner Asia Tenggara yang menyasar jamaah internasional. Bagi jamaah haji maupun umroh asal Indonesia, mengetahui cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah menjadi bekal penting agar perjalanan ibadah tetap nyaman dan berenergi.
menu autentik khas Indonesia. Mulai dari restoran permanen, warung diaspora, hingga layanan pesan antar berbasis aplikasi, semua bisa diakses untuk memenuhi kerinduan akan masakan rumah.
Panduan ini mengulas berbagai cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah secara lengkap dan praktis. Makkah, kota di bagian barat Arab Saudi yang terletak di Pegunungan Sirat, merupakan kota tersuci bagi umat Muslim. Dengan jutaan jamaah yang datang setiap tahun, ekosistem kuliner di kota ini sangat beragam dan terus berkembang untuk mengakomodasi berbagai selera, termasuk selera khas Nusantara.
tahun dan memiliki pelanggan tetap dari kalangan jamaah. Salah satu pedagang asal NTB yang sudah berjualan di Tanah Suci sejak 2010 menyajikan menu mulai dari nasi kuning, gorengan, hingga bakso dengan harga terjangkau.
restoran yang berlokasi di sekitar Masjidil Haram. Lokasi-lokasi ini mudah diakses oleh jamaah yang menginap di dekat Masjid Agung, meskipun beberapa mungkin memerlukan perjalanan singkat menggunakan kendaraan.
Identifikasi area kuliner utama di sekitar Masjidil Haram: Kawasan Zamzam Tower, Abraj Al-Bait Mall, dan Souq Jabal Omar merupakan titik-titik strategis dengan banyak gerai makanan. Damba Resto, misalnya, terletak di lantai P4 Zamzam Tower hanya beberapa ratus meter dari gerbang Masjidil Haram, menawarkan beragam menu favorit Indonesia seperti nasi ayam, nasi sop, mie tek-tek, dan bala-bala.
Tanyakan informasi ke sesama jamaah atau petugas hotel: Jamaah Indonesia yang sudah lebih dulu tiba sering kali memiliki rekomendasi restoran terbaik. Petugas hotel juga biasanya mengetahui lokasi tempat makan terdekat yang menyajikan masakan Asia.
Perhatikan papan nama dan tulisan berbahasa Indonesia: Beberapa restoran Indonesia di Makkah secara khusus memasang papan nama dalam bahasa Indonesia atau Melayu untuk menarik perhatian jamaah. Nama-nama seperti "Nusantara," "Gado-Gado," atau "Denden" menjadi penanda yang mudah dikenali.
Kunjungi food court di mal dan tower besar: Grapari Makkah di lantai P3 Abraj Al-Bait Mall, misalnya, merupakan destinasi unik yang menghadirkan cita rasa Indonesia ke jantung Makkah dengan menu seperti bakso, mie ayam, dan ayam penyet.
Di era digital, teknologi menjadi salah satu cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah yang paling efisien. Layanan pesan antar makanan sudah menjadi gaya hidup di Arab Saudi, dengan HungerStation sebagai yang paling populer, diikuti oleh Talabat, Jahez, ToYou, dan Mrsool yang juga bersaing kuat dengan jaringan restoran yang luas.
Unduh aplikasi sebelum keberangkatan: Instal aplikasi seperti HungerStation, Talabat, Jahez, dan Mrsool di smartphone sebelum terbang ke Arab Saudi. HungerStation, sebagai aplikasi pengiriman pertama dan terbesar di Arab Saudi, menjangkau lebih dari 102 kota dan wilayah dengan lebih dari 55.000 restoran dan toko.
Gunakan fitur pencarian dengan kata kunci "Indonesian": Ketikkan kata "Indonesian" atau "Nusantara" pada kolom pencarian aplikasi untuk memfilter restoran yang menyajikan masakan Indonesia di sekitar lokasi Anda.
Perhatikan jadwal pengiriman terkait waktu salat: Pengiriman makanan di Makkah dipengaruhi oleh jadwal salat, penutupan jalan, dan kepadatan jamaah, sehingga disarankan untuk memesan 60-90 menit sebelum waktu Jumat dan Tarawih karena pengemudi mungkin perlu memutar jalan akibat blokade keamanan.
Siapkan metode pembayaran digital: Sebagian besar aplikasi menerima pembayaran kartu kredit dan Apple Pay. Di area padat dekat Haramain, alamat jalan sering berulang, jadi pastikan untuk meletakkan pin peta yang tepat dan menambahkan nama hotel, tower, serta nomor kamar di catatan pesanan.
Manfaatkan promo dan diskon: Untuk pengguna baru HungerStation, tersedia layanan pengiriman gratis selama setahun penuh dari lebih dari 35.000 restoran dan toko segera setelah mendaftar.
Google Maps bukan sekadar alat navigasi biasa. Aplikasi ini menjadi andalan yang sangat membantu sebagai cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah, bahkan sebelum jamaah tiba di Tanah Suci.
Cari dengan kata kunci spesifik: Buka Google Maps dan ketikkan "Indonesian restaurant near Masjidil Haram" atau "restoran Indonesia Makkah." Hasil pencarian di platform seperti TripAdvisor menunjukkan setidaknya 12 restoran dengan kategori masakan Indonesia di wilayah Provinsi Makkah.
Periksa ulasan dan rating: Baca ulasan dari jamaah sebelumnya untuk memastikan kualitas makanan dan pelayanan. Prioritaskan restoran dengan rating minimal 4 bintang dan jumlah ulasan yang memadai sebagai indikator kepercayaan.
Simpan lokasi restoran favorit sebelum berangkat: Tandai restoran Indonesia yang potensial di Google Maps dengan fitur "Save." Unduh juga peta offline area Makkah untuk berjaga-jaga saat sinyal internet tidak stabil.
Manfaatkan fitur preferensi makanan: Google Maps memiliki fitur tersembunyi untuk menyesuaikan pengalaman pencarian restoran sesuai preferensi, yang sangat berguna saat mengunjungi kota atau negara lain dan mencari makanan yang disukai. Andrew Duchi, Direktur Produk Google Maps, pernah menyatakan bahwa Google Maps juga menghasilkan daftar restoran "trending" dan "hidden gems" yang sedang populer di waktu tertentu.
Selain restoran formal, jamaah juga bisa menerapkan cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah yang lebih tradisional, yaitu melalui pasar kaget dan warung yang dikelola oleh diaspora Indonesia di Arab Saudi.
Ketahui lokasi pasar kaget jamaah: Di kawasan pemondokan jamaah, sering muncul pasar dadakan yang beroperasi di pagi hari setelah salat Subuh. Pedagangnya kebanyakan warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi dan menjual aneka makanan khas tanah air seperti nasi kuning, gorengan, bakso, dan kue tradisional.
Cari warung di sekitar pemondokan besar: Warung Indonesia biasanya hadir di kompleks pemondokan terbesar jamaah haji. Warung semacam ini menjual jajanan tradisional seperti bakwan, bolu kukus, kembang goyang, tempe mendoan, dan tahu isi, serta produk makanan kemasan Indonesia seperti mie instan dan teh.
Tanyakan kepada petugas KJRI atau petugas haji: Konsulat Jenderal RI di Jeddah aktif memfasilitasi kehadiran produk Indonesia di Makkah. Perwakilan pemerintah Indonesia kerap membantu mendekatkan produk dan jajanan tradisional dengan jamaah.
Datang lebih pagi untuk pilihan terlengkap: Menu populer seperti nasi kuning biasanya habis sangat cepat. Menurut laporan Liputan6.com, nasi kuning di lapak pedagang Indonesia kerap sudah ludes sejak pukul 06.00 pagi waktu Arab Saudi.
Bagi yang ingin lebih praktis, memilih paket perjalanan ibadah yang sudah menyertakan layanan katering Indonesia merupakan cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah tanpa perlu repot mencari sendiri.
Riset paket travel yang menyediakan katering khas Indonesia: Banyak biro perjalanan haji dan umroh yang menawarkan paket lengkap dengan menu makanan Indonesia tiga kali sehari. Pilih travel yang secara spesifik mencantumkan layanan katering dalam paketnya.
Tanyakan variasi menu yang disediakan: Menu katering biasanya meliputi sarapan dengan nasi uduk atau bubur ayam, hingga makan siang dan malam dengan pilihan lauk seperti ayam goreng, ikan bakar, dan sayur tumis.
Periksa kredibilitas penyelenggara katering: Pastikan biro travel bekerja sama dengan katering yang memiliki izin operasi di Arab Saudi dan menjaga standar kebersihan makanan yang ketat.
Konfirmasi fleksibilitas menu: Beberapa layanan katering menyediakan menu khas daerah secara rotasi, sehingga jamaah bisa menikmati variasi hidangan mulai dari masakan Padang, Jawa, Sunda, hingga Betawi selama berada di Tanah Suci.
Media sosial telah menjadi sumber informasi yang sangat berharga bagi jamaah. Platform seperti Instagram, Facebook, dan YouTube dipenuhi konten dari jamaah terdahulu yang membagikan pengalaman kuliner mereka, menjadikannya salah satu cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah yang efektif dan terkini.
Cari hashtag relevan di Instagram: Gunakan hashtag seperti #KulinerIndonesiaMakkah, #MakananIndonesiaTanahSuci, atau #RestoranIndonesiaMekah untuk menemukan postingan foto dan ulasan dari jamaah sebelumnya.
Bergabung dengan grup Facebook jamaah Indonesia: Banyak grup Facebook khusus jamaah haji dan umroh Indonesia yang aktif berbagi informasi tentang lokasi makanan, harga, dan rekomendasi restoran terbaru.
Tonton video review di YouTube: Banyak vlogger jamaah yang membuat konten tentang wisata kuliner di Makkah. Video semacam ini memberikan gambaran visual tentang lokasi, suasana, menu, dan porsi makanan yang akan didapat.
Minta rekomendasi langsung dari kerabat yang sudah pernah berangkat: Pengalaman langsung dari orang terdekat sering kali lebih akurat dan terpercaya dibanding ulasan anonim di internet.
Tidak semua momen memungkinkan jamaah untuk keluar mencari restoran, terutama saat kondisi tubuh sedang lelah setelah ibadah seharian. Membawa bekal dari Indonesia adalah cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah dalam versi paling praktis.
Bawa mie instan dan bumbu kemasan: Mie instan merupakan "senjata rahasia" jamaah Indonesia yang sudah terkenal. Bawa beberapa bungkus beserta bumbu masak kemasan seperti rendang instan, sambal sachet, dan abon.
Sertakan camilan kering tahan lama: Kerupuk, keripik tempe, dan kacang goreng bisa menjadi teman makan yang menyenangkan. Pastikan semua makanan dikemas rapat agar tidak tumpah di koper.
Perhatikan aturan bea cukai Arab Saudi: Tidak semua jenis makanan boleh dibawa masuk ke Arab Saudi. Hindari membawa daging segar, produk susu tanpa kemasan, atau makanan yang mengandung bahan terlarang.
Manfaatkan fasilitas dapur atau pantry hotel: Beberapa hotel di Makkah menyediakan fasilitas pantry dengan ketel air panas yang bisa digunakan untuk menyeduh mie instan atau membuat minuman hangat khas Indonesia.
restoran ini akan melengkapi cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah dengan lebih terarah.
Damba Resto: Berlokasi strategis hanya beberapa ratus meter dari gerbang Masjidil Haram, tepatnya di Zamzam Tower lantai P4. Menawarkan beragam menu Indonesia mulai dari nasi padang, mie ayam bakso, hingga bakwan.
Denden The Indonesian Cuisine: Denden menyajikan makanan Jawa-Indonesia yang sangat populer di kalangan warga Makkah dan merupakan restoran Jawa paling mewah yang menyajikan masakan Jawa autentik berkualitas tinggi. Restoran ini bahkan memiliki 10 cabang di seluruh Arab Saudi.
Gado Restaurant: Terletak di kawasan An Nuzhah, restoran ini dikenal dengan menu sate, nasi goreng, mie goreng, rendang, dan tentu saja gado-gado yang menjadi andalan sesuai namanya.
Bali Restaurant: Menyajikan hidangan Indonesia dengan tampilan yang menggugah selera. Menu andalannya meliputi rendang, sambal goreng kentang, dan berbagai olahan ayam kaya rempah.
Indonesian Taste Restaurant: Dikenal dengan konsep open kitchen yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses memasak. Menu mencakup dendeng sapi, sate ayam, dan bakso lengkap.
Restoran Nusantara: Terletak di kawasan Al-Ka'kiyyah, sekitar 12 km barat daya Masjidil Haram, dengan harga berkisar 20 hingga 35 SAR per porsi dan variasi menu meliputi aneka nasi goreng, nasi campur, sop, soto, serta mie dan kwetiau.
Di platform TripAdvisor, setidaknya terdapat 12 hasil pencarian untuk restoran Indonesia di wilayah Provinsi Makkah. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan kuliner Nusantara di Tanah Suci cukup beragam dan terus bertambah seiring tingginya permintaan jamaah.
Salah satu kekhawatiran umum jamaah sebelum menerapkan cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah adalah soal harga. Berikut informasi dan tips yang bisa membantu mengatur anggaran makan selama di Tanah Suci.
Makanan kaki lima dan pasar kaget: Harga makanan dari pedagang Indonesia di sekitar pemondokan sangat terjangkau. Menurut Liputan6.com, gorengan dihargai 1 SAR per potong, bakso 5 SAR per mangkuk, dan aneka sayur termasuk urap seharga 2 SAR.
Restoran Indonesia menengah: Untuk makan di restoran seperti Damba Resto, biaya per orang biasanya berkisar 40-60 SAR tergantung menu yang dipilih.
Restoran premium: Tempat makan seperti Denden yang lebih eksklusif mungkin mematok harga lebih tinggi, namun porsi yang besar memungkinkan untuk berbagi dengan sesama jamaah.
Tips hemat: Beli porsi besar dan makan bersama teman satu rombongan, manfaatkan promo di aplikasi pesan makanan, dan kombinasikan antara makanan katering hotel dengan sesekali makan di luar untuk variasi.
aplikasi esensial yang digunakan penduduk dan pengunjung Arab Saudi setiap hari bukan sekadar kenyamanan, melainkan alat praktis yang memungkinkan Anda bergerak, makan, berbelanja, dan beribadah dengan mudah.
HungerStation: Sebagai yang terbesar di Arab Saudi dengan lebih dari 55.000 restoran, aplikasi ini menawarkan variasi menu dari pizza, shawarma, burger, es krim, kopi, hingga hidangan Asia dan masakan Arab autentik.
Jahez: Aplikasi lokal Arab Saudi dengan desain simpel dan pelayanan cepat, menawarkan pilihan restoran dari kelas ekonomis hingga premium.
Talabat: Platform besar yang beroperasi di berbagai negara Timur Tengah, sering memberikan diskon dan promo menarik.
Mrsool: Unik karena mengusung konsep "personal shopper" di mana pengguna bisa memesan makanan dari restoran yang bahkan tidak terdaftar di platform.
Google Maps: Google Maps bekerja dengan baik di Arab Saudi dan membantu pengguna menghindari sistem jalan yang membingungkan. Fitur pencarian restoran dengan filter spesifik sangat berguna untuk menemukan tempat makan Indonesia.
Nusuk: Aplikasi Nusuk mendukung perencanaan perjalanan di Makkah dan Madinah termasuk pemesanan hotel, transportasi, dan panduan itinerari.
Tidak semua menu Indonesia tersedia di setiap restoran di Makkah. Mengetahui hidangan mana yang paling umum ditemukan akan membantu jamaah dalam menerapkan cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah dengan lebih realistis.
menu yang paling sering tersedia di restoran Indonesia di Makkah antara lain:
Nasi Padang: Dengan lauk rendang, ayam gulai, dan dendeng balado, nasi Padang menjadi primadona jamaah Indonesia di Tanah Suci.
Bakso: Hidangan berkuah ini selalu punya tempat khusus di hati jamaah. Kuah kaldu sapi yang gurih dan bola daging kenyal menjadi obat rindu yang ampuh.
Sate Ayam: Salah satu menu yang banyak dipuji pengunjung restoran Indonesia di Makkah adalah sate ayam, yang sering disebut "sangat lezat" dalam ulasan daring.
Mie Ayam dan Mie Goreng: Menu praktis yang banyak tersedia di hampir semua restoran Indonesia di Makkah.
Nasi Goreng: Sebagai salah satu masakan khas Indonesia paling populer di dunia, nasi goreng tentu mudah ditemukan di berbagai restoran Nusantara di Makkah.
Gorengan dan Jajanan Pasar: Bakwan, tempe mendoan, pisang goreng, dan klepon juga kerap dijual oleh pedagang Indonesia di pasar kaget.
Menikmati kuliner Indonesia di Makkah memang mengasyikkan, tetapi menjaga kesehatan tubuh tetap harus menjadi prioritas utama. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Suhu di Makkah bisa sangat tinggi, terutama pada musim panas. Pastikan untuk selalu terhidrasi dengan minum air putih yang cukup, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan. Perhatikan juga kebersihan tempat makan yang dikunjungi, khususnya untuk pedagang kaki lima.
Pilih restoran yang terlihat bersih dan ramai pengunjung. Restoran yang ramai biasanya menjadi indikator makanan yang segar dan berkualitas. Hindari membeli makanan yang sudah tersaji terlalu lama di udara terbuka, terutama mengingat suhu panas di Makkah.
Makan secukupnya dan tidak berlebihan juga penting agar tubuh tetap fit untuk menjalankan ibadah. Jadikan momen menikmati kuliner Indonesia sebagai pelengkap perjalanan ibadah, bukan tujuan utama. Dengan demikian, keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan nutrisi bisa tetap terjaga.
Kehadiran komunitas Indonesia yang sudah lama menetap di Arab Saudi menjadi faktor penting yang mendukung tersedianya kuliner Nusantara di Makkah. Banyak warga negara Indonesia yang bekerja atau telah berkeluarga di sana turut mengelola usaha kuliner yang melayani jamaah.
restoran seperti ini menunjukkan bahwa permintaan akan kuliner Indonesia di Tanah Suci bukan sekadar tren musiman, melainkan kebutuhan nyata yang terus berkembang.
toko tertentu di sekitar pemondokan. Produk-produk ini didistribusikan oleh importir lokal yang memiliki jaringan langsung ke Indonesia, sehingga harganya relatif terjangkau.
produk Indonesia sekaligus mempromosikan kuliner Nusantara di Arab Saudi.
sama berada di Arab Saudi, ketersediaan dan variasi kuliner Indonesia di Makkah dan Madinah memiliki beberapa perbedaan yang perlu diketahui jamaah.
Di Makkah, restoran Indonesia cenderung lebih tersebar dan bervariasi karena kota ini menjadi pusat utama ibadah dengan volume jamaah yang lebih besar. Kawasan sekitar Masjidil Haram memiliki konsentrasi restoran yang tinggi, termasuk yang menyajikan masakan Indonesia.
Di Madinah, jamaah juga bisa menemukan beberapa restoran Indonesia dengan lokasi yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Beberapa restoran populer di Madinah antara lain Sunda Restoran yang berhadapan langsung dengan gerbang Umar Bin Khattab, Padang Cuisine Bu'yung dengan menu nasi Padang autentik, dan Jawa Restaurant yang terletak dekat pintu 339 Masjid Nabawi.
sama berfungsi baik di kedua kota suci tersebut.
Menerapkan cara untuk menemukan kuliner Indonesia di Makkah sebaiknya dibarengi dengan pemahaman tentang etika makan di lingkungan Tanah Suci. Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengalaman kuliner tetap menyenangkan dan sesuai adab.
buang makanan: Beli sesuai kebutuhan dan jangan mengambil porsi berlebihan. Berbagi dengan sesama jamaah lebih dianjurkan daripada membuang sisa makanan.
Hormati jadwal restoran terkait waktu salat: Banyak restoran di Makkah yang tutup sementara saat waktu salat tiba. Rencanakan waktu makan dengan mempertimbangkan jadwal ini.
Gunakan tangan kanan saat makan: Sesuai adab Islam dan budaya Arab, penggunaan tangan kanan saat makan dan menerima makanan sangat dianjurkan.
Bersabar saat restoran ramai: Pada musim haji atau umroh, restoran bisa sangat padat. Bersikap sabar dan mengantre dengan tertib adalah cerminan akhlak jamaah yang baik.
Tinggalkan ulasan positif: Jika puas dengan restoran Indonesia yang dikunjungi, tinggalkan ulasan di Google Maps atau platform daring lainnya untuk membantu jamaah selanjutnya.
tiba merindukan masakan Indonesia saat menunaikan ibadah. Restoran, warung, dan layanan katering khas Indonesia tersebar di berbagai lokasi strategis.
5 SAR, sedangkan makan di restoran berkisar 20-60 SAR per orang. Harga ini tergolong terjangkau mengingat porsi makanan di Arab Saudi umumnya cukup besar.
HungerStation adalah aplikasi pesan makanan paling populer di Arab Saudi, namun Talabat, Jahez, ToYou, dan Mrsool juga bersaing kuat dengan jaringan restoran yang luas. Semua aplikasi ini tersedia dalam bahasa Inggris dan mendukung pembayaran digital.
Ya, makanan instan seperti mie kemasan, sambal sachet, dan abon diperbolehkan untuk dibawa. Namun, pastikan kemasan dalam kondisi baik dan periksa aturan bea cukai terbaru sebelum keberangkatan untuk menghindari masalah di bandara.
Bait Mall yang sangat dekat dengan area masjid.
Tidak semua restoran Indonesia di Makkah beroperasi 24 jam. Umumnya restoran beroperasi dengan jadwal tertentu dan tutup sementara saat waktu salat. Pada bulan Ramadan, jam operasional bisa berubah. Disarankan untuk mengecek jam buka melalui Google Maps sebelum berkunjung.
Periksa rating dan ulasan di Google Maps atau TripAdvisor sebelum berkunjung. Banyak pengunjung yang memberikan ulasan seperti "cita rasa autentik dan tempat yang nyaman" untuk membantu calon pengunjung membuat keputusan. Rekomendasi dari sesama jamaah Indonesia juga bisa menjadi panduan yang sangat berharga.
Menemukan cita rasa Nusantara di tengah perjalanan ibadah ke Tanah Suci kini bukan lagi hal yang sulit. Dengan memanfaatkan teknologi, informasi dari sesama jamaah, dan mengetahui lokasi restoran yang tepat, setiap jamaah bisa tetap menikmati kuliner Indonesia yang kaya rempah selama berada di Makkah. Semoga panduan ini bermanfaat dan perjalanan ibadah semakin bermakna.
LITTLE BROTHER, BIG TROUBLE: A CHRISTMAS ADVENTURE
A TURTLE'S TALE 2: SAMMY'S ESCAPE FROM PARADISE