PLAZNEWS — Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjamin layanan penanganan kasus campak dapat diakses secara gratis di seluruh rumah sakit milik pemerintah daerah, sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
Bupati Cirebon Imron dalam keterangannya di Cirebon, Selasa, mengatakan kebijakan tersebut berlaku bagi semua warga tanpa terkecuali, termasuk mereka yang belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya ketika membutuhkan perawatan, karena pelayanan tetap diberikan meski tanpa kepesertaan BPJS Kesehatan.
Yang belum memiliki BPJS Kesehatan tetap akan dilayani, yang penting segera memeriksakan diri agar bisa ditangani lebih cepat, ujarnya.
Imron menjelaskan kebijakan ini diambil seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak, terutama saat terjadi peralihan musim.
ubah dari kemarau ke penghujan dapat memicu gangguan kesehatan dan meningkatkan risiko penularan penyakit menular.
Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit di tengah situasi tersebut, katanya.
Lebih lanjut, Imron menyebutkan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bersama puskesmas telah diminta memperkuat langkah pemantauan dan penanganan kasus di lapangan.
Ia mengemukakan upaya tersebut mencakup deteksi dini, penanganan pasien, hingga edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit.
Petugas kesehatan kami dorong lebih aktif melakukan pemantauan, memberikan perawatan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar penyebaran bisa ditekan, ujarnya.
Selain pengobatan, pemerintah daerah pun terus menggencarkan upaya pencegahan melalui peningkatan cakupan imunisasi.
Imron mengakui masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksinasi, sehingga diperlukan pendekatan edukatif secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan sebanyak 119 kasus suspek campak ditemukan di empat kecamatan, dengan 23 kasus telah terkonfirmasi positif.
Ia merinci kasus tersebar di Kecamatan Mundu sebanyak 29 suspek, Sumber tercatat 24 suspek, Greged sekitar 33 suspek, serta Ciwaringin dengan jumlah 33 suspek.
Kami memastikan hingga saat ini tidak ada laporan kematian akibat campak di Kabupaten Cirebon, ucap dia.