PLAZNEWS — Nilai tukar rupiah terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) usai rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 pada siang ini, Selasa (5/5/2026).
Melansir data Refinitiv, pada pukul 11.15 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp17.425/US$ atau terdepresiasi 0,35%.
Pelemahan ini melanjutkan tekanan yang sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, ketika rupiah dibuka melemah 0,09% di level Rp17.380/US$.
lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Secara kuartalan, ekonomi Indonesia terkontraksi 0,77% (quarter-to-quarter/qoq).
Sebagai catatan, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi/lembaga sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,40% yoy. Sementara secara kuartalan, ekonomi diperkirakan terkontraksi 1,0% qoq.
Meski data pertumbuhan ekonomi lebih baik dari ekspektasi, rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan.