Bisnis 04 May 2026

IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Rebound Meski Dibayangi Koreksi di Batas 7.150

IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Rebound Meski Dibayangi Koreksi di Batas 7.150

PLAZNEWS — Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 32 poin atau 0,46 persen di level 6.988 pada pembukaan perdagangan Senin, 4 Mei 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound meski rentan terkoreksi kembali pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi teknikal rebound ke 7.000-7.050, tapi masih rentan untuk melanjutkan koreksi sepanjang belum berhasil break di atas 7.150," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 4 Mei 2026.

Dia mengatakan, Bursa saham di Australia dan Jepang naik pada Jumat pekan lalu atau bertepatan dengan Hari Buruh (May Day) 1 Mei.

Hal ini menyusul kenaikan pada bursa saham AS, Wall Street, yang membuat indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite menguat dan mencapai titik tertinggi baru.

Indeks saham Nikkei 225 Jepang sedikit menguat 0,38 persen dan Topix naik moderat 0,04 persen. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,74 persen.

"Support IHSG berada di level 6.850-6.900 sementara resistIHSG di rentang 7.000-7.050," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat ke rekor penutupan tertinggi, didorong oleh pendapatan yang kuat dan penurunan harga minyak mentah. Jumat pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,31 persen, S&P 500 menguat 0,29 persen, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,89 persen.

Sementara itu, data ekonomi menunjukkan aktivitas pabrik AS meningkat pada bulan April, namun komponen harga yang dibayarkan sebagai prediktor inflasi, melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, menurut Institute for Supply Management.

saham sejenis, Salesforce dan ServiceNow, masing-masing naik 4,1 persen dan 3,2 persen.

Rekomendasi Terkait