PLAZNEWS — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026. IHSG menguat 0,83 persen atau 57,90 poin menjadi 7.029,85 pada sesi pertama perdagangan Senin, 5 Mei 2026.
Nilai transaksi tercatat mencapai 9,12 triliun dengan volume transaksi harian sebesar Rp 23,57 miliar. Sementar itu, aktivitas perdagangan para investor sebanyak 1,42 juta transaksi.
Sektor bahan baku membukukan kenaikan sebesar 1,33 persen. Lonjakan drastis turut dicetak sektor keuangan sebesar 1,32 persen dan sektor transportasi naik 1,14 persen.
Sebaliknya, sektor industri merosot 0,62 persen lalu sektor kesehatan turun 0,48 persen dan sektor konsumer siklikal terkoreksi 0,26 persen.
Pergerakan IHSG. Photo : VIVAnews/M Ali Wafa
Secara teknikal, Analis Phintraco Sekuritas melihat adanya pembentukan histogram negatif MACD cenderung mengecil. Sementara itu, indicator stochastic RSI membentuk golden cross di oversold area.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan penguatan menuju level 7.050 pada perdagangan Sesi II," demikian proyesi Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa, 5 Mei 2026.
Sejalan kinclongnya IHSG, sejumlah emiten di jajaran saham unggulan turut membukukan lompatan harga drastis. Berikut tiga saham top gainer di deretan LQ45.
Saham BRPT melesat dua digit sebesar 14,36 persen atau 265 poin hingga menembus level 2.110.
Saham SMGR menguat 3,96 persen atau 80 poin menjadi 2.100.
Saham BBRI naik 3,62 persen atau 110 poin ke posisi 3.150,