Bisnis 05 May 2026

OJK Buka Kondisi Bank di RI: Kredit Jalan, Duit Numpuk

OJK Buka Kondisi Bank di RI: Kredit Jalan, Duit Numpuk

PLAZNEWS — tanda normalisasi di sejumlah indikator utama.

meningkat dibandingkan Februari yang sebesar 9,37% yoy.

"Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi 20,85%, diikuti kredit korporasi 12,8%. Sementara itu, kredit UMKM menunjukkan perbaikan dengan tumbuh 0,12% setelah sebelumnya terkontraksi 0,56% pada Februari," ujar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) April 2026, Selasa (5/5/2026).

Dari sisi kepemilikan, pertumbuhan kredit bank BUMN menjadi yang tertinggi dengan laju 13,66% yoy.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kredit, yakni 13,55% yoy menjadi Rp10.231 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh giro yang melonjak 21,37% yoy, diikuti deposito 11,31% yoy dan tabungan 8,30% yoy.

core deposit (AL/NCD) dan terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing berada di level 122,55% dan 27,85%, jauh di atas ambang batas ketentuan. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 193,64% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 128,84%.

Dari sisi kualitas aset, risiko kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,14% dan NPL net 0,83%. Adapun Loan at Risk (LAR) berada di level 8,94%.

"Secara umum, tingkat profitabilitas perbankan masih terjaga dengan ROA sebesar 2,47%. Sementara itu, permodalan tetap kuat dengan CAR di level 25,09%, meskipun sedikit menurun dibandingkan Februari yang sebesar 25,83% seiring pembagian dividen," jelas Dian.

Rekomendasi Terkait