Hiburan 05 May 2026

Lewat Animasi, Anak-anak Kini Bisa Belajar Hadapi Gempa dan Tsunami

Lewat Animasi, Anak-anak Kini Bisa Belajar Hadapi Gempa dan Tsunami

PLAZNEWS — anak. Salah satunya lewat video animasi, yang dinilai lebih mudah dipahami sekaligus menarik untuk generasi usia dini.

Pendekatan ini dihadirkan dalam kolaborasi antara TOA Indonesia dan Universitas Indonesia melalui inisiatif bertajuk When Knowledge Meets Readiness. Fokus utamanya adalah memperkenalkan kesiapsiagaan bencana kepada sekitar 5.000 siswa sekolah dasar di wilayah rawan bencana. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Dalam peluncuran yang digelar di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, Depok, dua video animasi edukasi berjudul Aku Harus Apa? diperkenalkan sebagai media pembelajaran baru. Alih-alih menggunakan pendekatan teoritis yang kaku, video ini mengangkat skenario sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anakmulai dari kebakaran, gempa bumi, hingga tsunami.

langkah darurat dikemas menjadi lebih ringan, mudah diingat, dan tidak menakutkan. Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami, tetapi juga mampu merespons situasi darurat dengan lebih cepat dan tepat.

Pendekatan ini sekaligus menjawab tantangan yang selama ini dihadapi dalam literasi kebencanaan, yakni kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan nyata di lapangan. Materi dalam video pun tidak dibuat sembarangan, melainkan melalui riset bersama para ahli, termasuk referensi dari Research Institute of Disaster Science di Jepang.

Brand & Community Manager TOA Indonesia, Clara Dinny Aryanti, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari peran yang lebih luas dari sekadar penyedia teknologi.

Selama ini, TOA Indonesia dikenal luas untuk penyediaan sistem pengeras suara di rumah ibadah. Namun, lebih dari itu, TOA sebagai perusahaan yang berakar dari Jepang memiliki DNA kuat dalam pengembangan sistem peringatan darurat. Kami meyakini bahwa peran TOA di Indonesia tidak berhenti pada kehadiran perangkat semata, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal, hingga memberikan kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat, ujarnya.

Sementara itu, dari sisi akademisi, kolaborasi ini dipandang sebagai langkah konkret untuk memperkuat pemahaman masyarakat sejak usia dini.

Rekomendasi Terkait