PLAZNEWS — Mahkota peninggalan Kerajaan Sunda "Binokasih" akan diarak keliling Jawa Barat, menyambut peringatan Hari Tatar Sunda yang mulai tahun ini akan diperingati setiap tanggal 18 Mei, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan di Bandung, Sabtu, mengatakan Hari Tatar Sunda diperingati dengan sebuah kirab, dan pada tahun ini kirab budaya tersebut akan berlangsung mulai 2 Mei 2026 hingga 18 Mei 2026.
Kabupaten Ciamis (3 Mei), Kabupaten Tasikmalaya (4 Mei), Kabupaten Cianjur (5 Mei), Kota Bogor (6 Mei), Kota Depok (8 Mei), Kabupaten Karawang (9 Mei), Kota Cirebon (10 Mei) dan Kota Bandung (16-17 Mei).
Iendra menyebutkan dalam napak tilas akan dibawa Mahkota Binokasih yang asli beserta replikanya. Mahkota asli akan mendapatkan pengawalan ketat karena memiliki nilai sejarah dan material yang tak terhingga.
"Mahkota Binokasih akan dikawal dalam kereta kencana bersama gubernur, wakil gubernur dan bupati/walikota. Di bagian belakang diiringi kesenian dari 27 kabupaten/kota, seperti reak dari Bandung, Sasapian Buhun dari KBB dan lainnya," katanya.
iringan napak tilas dengan panjang sekitar 1-1,5 KM. Napak tilas akan dimulai pukul 19.00-22.00 WIB. Saat napak tilas di Bogor dan Bandung akan ada tambahan dari kelompok masyarakat adat.
"Kami ingin kembali mengenalkan budaya Tatar Sunda ke masyarakat, berkeliling di titik bertatap muka dengan masyarakat secara langsung. Untuk kembali memajukan kebudayaan Jabar, bukan mengembalikan sebuah kerajaan," katanya.
Napak tilas Tatar Pasundan ini, akan dirangkaikan dengan karnaval budaya di Kota Bandung pada 16 Mei 2026 yang diikuti oleh 27 pemerintah kabupaten/pemerintah kota di Jabar dengan rute dari Monumen Perjuangan ke Dago hingga Gedung Sate belakang, serta pertunjukan kolosal bersama Sujiwo Tedjo pada 17 Mei 2026 di Gedung Sate.
Kesemuanya terangkai dalam satu kegiatan peringatan Milangkala Tatar Sunda dengan mengambil tema Nyuhun Buhun, Nata Nagara.
"Artinya mengangkat kembali tradisi baik para leluhur yang dikaitkan dengan upaya menata negara atau dalam hal ini Jabar, dalam nilai yang baik," tutur Iendra.