PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah dibenahi pemerintah, dinilai oleh sebagian masyarakat telah mulai bekerja di tingkat akar rumput. Hal itu antara lain turut disampaikan oleh Tokoh Pemuda dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia, Ahmad Alimudin.
Economic Development (RISED) menurutnya telah memperlihatkan dampak awal MBG secara langsung, utamanya dari kalangan orang tua siswa penerima manfaat.
Terlebih, data tersebut merupakan hasil studi RISED di beberapa daerah seperti Cilacap, Semarang, Surakarta, dengan melibatkan sekitar 1800 orang tua siswa penerima MBG.
"Ada temuan yang menarik dari hasil tersebut. Sebagian keluarga merasa pengeluaran harian mereka menjadi lebih ringan. Orang tua jadi lebih jarang menyiapkan bekal, dan uang jajan anak juga mulai disesuaikan," kata Alimudin dalam keterangannya, Jumat, 1 Mei 2026.
Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah Photo : tvOne
"Dari data ini kelihatan kalau MBG memang ada yang butuh. Khususnya keluarga yang kurang mampu, ujarnya.
kota kecil, sebagai penanda bahwa program MBG berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, fokus MBG saat ini juga akan menyasar keluarga kurang mampu sebagai prioritas penerima, seperti arahan Presiden yang disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, baru-baru ini.
Programnya (MBG) terpakai dan ada dampaknya. Dan seperti yang kita tahu, sekarang MBG mulai fokus pada keluarga yang kurang mampu sebagai prioritas penerima," kata Alimudin.
"Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan perang narasi politiknya. Tapi apakah anak-anak Indonesia benar-benar mendapatkan akses makan bergizi yang lebih baik atau enggak, ujarnya.
baru ini di tiga kota di Jawa Tengah menyebut, lebih dari 80 persen keluarga berpenghasilan rendah mendukung agar program MBG terus dilanjutkan. Alasan mereka dinilaj fundamental, yakni karena rasa tenang dimana anaknya dipastikan makan di sekolah sehingga mereka tidak lagi cemas.
anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan jarang melewatkan waktu makan setelah program MBG berjalan di sekolah.