PLAZNEWS — Jakarta, VIVA Menteri KeuanganPurbaya Yudhi Sadewamembeberkanpemerintah telah mempersiapkan insentif kendaraan listrik (EV). Salah satunya adalah diberikan kepada masing-masing 100 ribu unit mobil dan motor listrik tahun ini.
Terkait besaran subsidi, ia memperkirakan akan berada di angka Rp5 juta untuk motor listrik. Namun, angka pasti dari stimulus kendaraan listrik (EV) ini akan diumumkan lebih detil dengan pihak-pihak terkait lainnya.
100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih, kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Purbaya mengungkapkan insentif tersebut hasil dari pertemuan denganMenperin Agus Gumiwang, pagi ini. Dia pun mengaku tertarik dengan peluang insentif EV seperti yang telah dijabarkan kepadanya.
Sebab lanjutnya, insentif ini relevan dengan upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi beban subsidi energi pemerintah di tengah kenaikan harga minyak global.
Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakarfuelBBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita, ujar dia.
Dia pun sepakat dengan Menperin yang menyatakan pemerintah kini melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi nasional, terutama untuk menjaga daya tahan industri manufaktur dan melindungi tenaga kerja.
lain, kata Purbaya.
Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan didemandsudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong, ujarnya menambahkan.
Sebelumnya, Menperin Agus mengatakan pemberian insentif kendaraan listrik kini semakin relevan karena tidak hanya berkaitan dengan agenda pengurangan emisi, tetapi juga adanya pergeseran tren pasar otomotif ke kendaraan berbasis elektrik akibat gejolak geopolitik dan ketidakpastian energi.