PLAZNEWS — Menunaikan ibadah haji adalah kewajiban setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Bagi yang ingin segera berangkat ke Tanah Suci tanpa menunggu antrean panjang, memahami pengertian haji furoda menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan.
kuota yang menggunakan visa undangan resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Jamaah dapat berangkat di tahun yang sama saat visa diterbitkan, tanpa harus masuk daftar tunggu haji reguler yang bisa mencapai puluhan tahun.
kuota yang diterbitkan oleh pemerintah Arab Saudi di luar kuota resmi Indonesia. Program ini telah mendapat pengakuan legal melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
kuota, atau haji undangan kerajaan. Berbeda dari haji reguler dan haji plus yang menggunakan kuota pemerintah Indonesia, haji furoda memungkinkan jamaah berangkat tanpa proses antrean bertahun-tahun. Visa yang digunakan dikenal sebagai visa mujamalah, yaitu visa undangan resmi yang diterbitkan oleh kedutaan besar Arab Saudi di masing-masing negara.
Menurut kajian yang diterbitkan oleh Pusat Analisis Keparlemenan DPR RI, terdapat dua jenis visa haji yang sah dan diizinkan di Indonesia, yakni visa haji reguler serta visa haji khusus yang dikenal sebagai visa mujamalah atau visa furoda. Istilah "furoda" sendiri digunakan secara luas untuk merujuk pada program haji yang berada di luar sistem kuota nasional.
Secara umum, terdapat dua tipe visa dalam program haji furoda. Pertama, visa untuk umum yang ditujukan bagi masyarakat luas melalui kerja sama antara agen travel dan maktab (perwakilan) di Arab Saudi. Kedua, visa undangan khusus yang diberikan secara cuma-cuma oleh Kerajaan Arab Saudi kepada individu atau lembaga tertentu sebagai bentuk penghormatan diplomatik. Perbedaan ini menegaskan bahwa tidak semua pengertian haji furoda merujuk pada satu mekanisme yang sama.
pernah menyatakan, "Haji furoda dan haji mujamalah sebetulnya sama, jenis visanya juga sama, tetapi tetap ada perbedaannya." Perbedaan tersebut terletak pada asal undangan yang diterima oleh calon jamaah. Haji furoda menggunakan visa yang diterbitkan melalui maktab amir atau undangan keluarga besar Kerajaan Arab Saudi, sementara visa mujamalah umumnya didapat dari undangan kehormatan lembaga pemerintahan Arab Saudi seperti Kementerian Haji maupun Kedutaan Besar.
Salah satu pertanyaan paling sering muncul dari calon jamaah adalah apakah haji furoda legal dan diakui secara resmi. Jawabannya sudah jelas, yakni program ini memiliki landasan hukum yang sah di Indonesia.
Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang disahkan pada 16 April 2019. Berikut poin-poin penting terkait dasar hukumnya.
masing memiliki karakteristik berbeda dari segi biaya, waktu tunggu, fasilitas, hingga penyelenggara. Memahami perbedaan ketiga program ini akan membantu calon jamaah memilih jalur yang paling sesuai dengan kondisi mereka.
Melansir dari Kapanlagi.com, berikut perbandingan antara haji furoda, haji reguler, dan haji plus berdasarkan aspek utamanya.
Menurut Passport Index, kuota haji yang dialokasikan Arab Saudi untuk setiap negara dihitung berdasarkan jumlah populasi Muslim di negara tersebut. Keterbatasan kuota inilah yang mendorong sebagian jamaah Indonesia memilih jalur haji furoda meskipun biayanya jauh lebih tinggi.
Setiap program haji memiliki sisi positif dan negatif yang perlu dicermati. Sebelum memutuskan untuk mendaftar haji furoda, calon jamaah sebaiknya mempertimbangkan seluruh aspek berikut secara matang.
Lukman Hakim Saifuddin juga menegaskan, "Ketika jenis visa ini tidak diterbitkan hingga menjelang wukuf, terjadi saling lempar tanggung jawab antara calon jamaah haji, PIHK, pemerintah Indonesia, dan pemerintah Arab Saudi."Pernyataan ini menggambarkan salah satu risiko terbesar yang dihadapi jamaah haji furoda.
Proses pendaftaran haji furoda berbeda dari jalur reguler karena tidak melalui Kementerian Agama secara langsung. Calon jamaah perlu memahami setiap tahapan agar prosesnya berjalan lancar dan terhindar dari kendala.
Melansir dari Kapanlagi.com, calon jamaah cukup menghubungi PIHK yang menyediakan paket haji furoda, membayar uang muka, mengisi formulir, dan menyerahkan dokumen persyaratan. Berikut tahapan dan dokumen yang dibutuhkan.
rata memerlukan waktu sekitar lima hari kerja. Calon jamaah disarankan memulai proses pengajuan sedini mungkin untuk menghindari keterlambatan.
Maraknya kasus penipuan berkedok haji furoda menuntut calon jamaah untuk lebih selektif dalam memilih penyelenggara. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi pernah menegaskan, "Harapan kami agar betul-betul dilaksanakan oleh travel yang memiliki izin dan juga punya pengalaman sebagai travel yang tingkat pelayanan baik dan kualitasnya juga memuaskan." Pesan ini menjadi pengingat agar jamaah tidak tergiur oleh penawaran yang tampak menguntungkan namun berisiko tinggi.
dokumen tersebut.
Waspadai penawaran harga yang jauh di bawah standar pasar. Dengan biaya haji furoda yang umumnya berkisar Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar, harga yang terlalu murah patut dicurigai sebagai indikasi potensi penipuan. Bandingkan penawaran dari beberapa PIHK terpercaya untuk memastikan kewajaran harga. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pernah menegaskan, "Perlindungan konsumen dalam konteks penyelenggaraan haji merupakan bagian dari tanggung jawab negara yang tidak bisa diabaikan."
benar merupakan visa mujamalah resmi yang terdaftar di sistem E-Hajj milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Arab Saudi secara tegas mengingatkan bahwa jamaah yang melaksanakan haji tanpa izin resmi dapat "menghadapi deportasi, penahanan, denda, atau bahkan larangan kunjungan ke Arab Saudi di masa depan." Selalu verifikasi keaslian visa melalui situs resmi pemerintah Arab Saudi sebelum keberangkatan. Persiapan spiritual juga tak kalah penting, termasuk mempelajari ibadah sunnah saat haji dan tata cara sai antara Bukit Shafa dan Marwah agar ibadah berjalan optimal.
Haji furoda adalah program ibadah haji yang menggunakan visa undangan resmi (visa mujamalah) dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi di luar kuota haji reguler Indonesia. Program ini memungkinkan jamaah berangkat tanpa harus menunggu antrean bertahun-tahun seperti haji reguler, meskipun biayanya jauh lebih tinggi.
Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Namun, jamaah wajib berangkat melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang terdaftar di Kementerian Agama untuk menjamin legalitas dan keamanan perjalanan.
Biaya haji furoda bervariasi setiap tahunnya, umumnya berkisar antara USD 19.000 hingga USD 60.000 atau setara Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar. Besaran biaya tergantung pada paket yang ditawarkan PIHK, termasuk akomodasi, transportasi, dan fasilitas selama di Tanah Suci.
7 tahun, sedangkan haji furoda menggunakan visa langsung dari Arab Saudi dan bisa berangkat di tahun yang sama tanpa antrean.
Sah atau tidaknya ibadah haji tidak bergantung pada jalur keberangkatan, melainkan pada pemenuhan rukun dan syarat haji sesuai tuntunan syariat Islam. Selama jamaah melaksanakan seluruh rukun haji dengan benar menggunakan visa resmi, ibadah hajinya tetap sah.
waktu, serta potensi penipuan dari agen travel yang tidak bertanggung jawab. Calon jamaah perlu selalu memverifikasi legalitas penyelenggara dan status visa mereka secara berkala.
Durasi ibadah haji furoda umumnya berlangsung 14 hingga 25 hari, lebih singkat dibandingkan haji reguler pemerintah yang bisa mencapai 40 hari. Meskipun lebih singkat, jamaah tetap melaksanakan seluruh rangkaian ibadah utama termasuk wukuf di Arafah, tawaf, sai, dan tahallul.
Ikuti kabar tips dan trik hanya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
LITTLE BROTHER, BIG TROUBLE: A CHRISTMAS ADVENTURE
A TURTLE'S TALE 2: SAMMY'S ESCAPE FROM PARADISE