Bisnis 30 Apr 2026

UMKM RI Raih Kontrak Rp54,5 Miliar di Pameran Singapura

UMKM RI Raih Kontrak Rp54,5 Miliar di Pameran Singapura

PLAZNEWS — Produk yang dipasarkan mencakup madu, bumbu organik, hingga produk pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA Paviliun Indonesia di ajang Food and Hospitality (FHA) Asia 2026 Singapura mencatat kontrak ekspor Rp54,5 miliar di tengah ketidakpastian perdagangan global. Partisipasi ini sekaligus membuka akses UMKM ke rantai pasok makanan dan minuman regional. KBRI Singapura bersama Kementerian Perdagangan, didukung Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia, membawa 40 pelaku UMKM dalam pameran tersebut yang digelar di Singapore Expo, 2124 April 2026. Baca Juga Menteri UMKM Bersama PNM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca UMKM Kudus Didukung Daftar Produk di Toko Daring Pemprov Maluku Gandeng Kadin untuk Perkuat UMKM dan Investasi Selama empat hari, Paviliun Indonesia dikunjungi 6.012 pengunjung dan menghasilkan 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp54,5 miliar. Produk yang dipasarkan mencakup madu, bumbu organik, produk pertanian, hingga makanan dan minuman olahan. Selain kontrak tersebut, terdapat potensi transaksi lanjutan senilai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar. Produk yang diminati meliputi mi instan sehat, snack organik, produk perikanan, susu, hingga rempah. Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM mampu masuk pasar global di tengah dinamika perdagangan. Ia menilai promosi, pembinaan, dan pembiayaan harus berjalan seiring untuk memperkuat daya saing. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Indonesia di FHA menjadi jalur strategis memperluas pasar. Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global, ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026). Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama. Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Ikuti Whatsapp Channel Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA Paviliun Indonesia di ajang Food and Hospitality (FHA) Asia 2026 Singapura mencatat kontrak ekspor Rp54,5 miliar di tengah ketidakpastian perdagangan global. Partisipasi ini sekaligus membuka akses UMKM ke rantai pasok makanan dan minuman regional.

KBRI Singapura bersama Kementerian Perdagangan, didukung Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia, membawa 40 pelaku UMKM dalam pameran tersebut yang digelar di Singapore Expo, 2124 April 2026. Baca Juga Menteri UMKM Bersama PNM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca UMKM Kudus Didukung Daftar Produk di Toko Daring Pemprov Maluku Gandeng Kadin untuk Perkuat UMKM dan Investasi Selama empat hari, Paviliun Indonesia dikunjungi 6.012 pengunjung dan menghasilkan 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp54,5 miliar. Produk yang dipasarkan mencakup madu, bumbu organik, produk pertanian, hingga makanan dan minuman olahan. Selain kontrak tersebut, terdapat potensi transaksi lanjutan senilai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar. Produk yang diminati meliputi mi instan sehat, snack organik, produk perikanan, susu, hingga rempah. Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM mampu masuk pasar global di tengah dinamika perdagangan. Ia menilai promosi, pembinaan, dan pembiayaan harus berjalan seiring untuk memperkuat daya saing. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Indonesia di FHA menjadi jalur strategis memperluas pasar. Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global, ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026). Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama. Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Ikuti Whatsapp Channel Republika

KBRI Singapura bersama Kementerian Perdagangan, didukung Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia, membawa 40 pelaku UMKM dalam pameran tersebut yang digelar di Singapore Expo, 2124 April 2026.

Selama empat hari, Paviliun Indonesia dikunjungi 6.012 pengunjung dan menghasilkan 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp54,5 miliar. Produk yang dipasarkan mencakup madu, bumbu organik, produk pertanian, hingga makanan dan minuman olahan. Selain kontrak tersebut, terdapat potensi transaksi lanjutan senilai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar. Produk yang diminati meliputi mi instan sehat, snack organik, produk perikanan, susu, hingga rempah. Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM mampu masuk pasar global di tengah dinamika perdagangan. Ia menilai promosi, pembinaan, dan pembiayaan harus berjalan seiring untuk memperkuat daya saing. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Indonesia di FHA menjadi jalur strategis memperluas pasar. Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global, ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026). Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama. Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Ikuti Whatsapp Channel Republika

Selama empat hari, Paviliun Indonesia dikunjungi 6.012 pengunjung dan menghasilkan 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp54,5 miliar. Produk yang dipasarkan mencakup madu, bumbu organik, produk pertanian, hingga makanan dan minuman olahan.

Selain kontrak tersebut, terdapat potensi transaksi lanjutan senilai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar. Produk yang diminati meliputi mi instan sehat, snack organik, produk perikanan, susu, hingga rempah. Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM mampu masuk pasar global di tengah dinamika perdagangan. Ia menilai promosi, pembinaan, dan pembiayaan harus berjalan seiring untuk memperkuat daya saing. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Indonesia di FHA menjadi jalur strategis memperluas pasar. Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global, ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026). Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama. Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Ikuti Whatsapp Channel Republika

Selain kontrak tersebut, terdapat potensi transaksi lanjutan senilai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar. Produk yang diminati meliputi mi instan sehat, snack organik, produk perikanan, susu, hingga rempah.

Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM mampu masuk pasar global di tengah dinamika perdagangan. Ia menilai promosi, pembinaan, dan pembiayaan harus berjalan seiring untuk memperkuat daya saing. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Indonesia di FHA menjadi jalur strategis memperluas pasar. Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global, ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026). Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama. Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Ikuti Whatsapp Channel Republika

Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM mampu masuk pasar global di tengah dinamika perdagangan. Ia menilai promosi, pembinaan, dan pembiayaan harus berjalan seiring untuk memperkuat daya saing.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Indonesia di FHA menjadi jalur strategis memperluas pasar. Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global, ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026). Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama. Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Ikuti Whatsapp Channel Republika

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Indonesia di FHA menjadi jalur strategis memperluas pasar. Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global, ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026).

Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama. Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Ikuti Whatsapp Channel Republika

Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama.

Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. Ikuti Whatsapp Channel Republika

Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global.

Rekomendasi Terkait